MEMANFAATKAN SISA UMUR
Penulis : Dwi Risma Wanti Nurlette (Petugas Dapur Asrama Putri Bukit Baruga)
Umur semakin bertambah, jangan biarkan dosa pun ikut
bertambah. Dan hayat semakin berkurang jangan biarkan iman pun berkurang.
Karena memang bertambahnya hari, bertambahnya tahun maka bertambah juga umur
kita. Tapi,semakin bertambahnya umur maka semakin berkuranglah jatah hidup
kita, jika Allah SWT memberikan kita jatah 25 tahun dan sekarang 23 tahun maka
2 tahun lagi kita berada di dunia ini.
Maka dari itu, memanfaatkanlah sisa-sisa umur kita dengan
sebaik-baiknya dengan beribadah kepada Allah SWT dan melakukan segala kebaikan
sekecil apapun itu. Jangan biarkan semakin berkurang jatah umur kita semakin
berkurang juga iman kita. Jangan sampai juga kita membuang-buang sisa umur
kita, karena membuang-buang waktu itu lebih buruk dari pada kematian.
Ibnu Qayyim rahimahullah,berkata: “Membuang-buang waktu lebih buruk daripada kematian. Karena kematian memisahkan kamu dari dunia ini. Sedangkan membuang-buang waktu memisahkan kamu dari Allah.”
Seperti halnya waktu dalam satu hari itu ada 24 jam, dengan
sama-sama waktu yang sama yaitu 24 jam tapi digunakan dengan hal yang berbeda.
Alangkah beruntungnya orang yang cerdas yang bisa memanfaatkan waktunya
sehingga tidak ada satu saatpun berlalu bernilai pahala.
Satu jam itu bisa bernilai pahala jika digunakan untuk
berlebihan seperti halnya contoh : menggunakan untuk menuntut ilmu agama,
berdzikir, bekerja, belajar, mengaji, nonton ceramah di youtube, membaca buku
dan kebaikan lainnya.
Dan ada juga yang satu jam berlalu begitu saja seperti
halnya contoh : mengghibah orang, memfitnah orang, bermain game sampai lupa
waktu, bermain hp sampai lupa waktu, dan nongkrong dijalan.
Memang semua orang punya hak dan kebebasam umtuk menggunakan waktunya, tapi apakah kita menjadi orang yang beruntung yang bisa memanfaatkan waktu ataukah merugi yang membuang-buang waktu?
Manfaatkan waktu itu selagi masih kita miliki.
Editor : Team Web Asrama

