image

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat Belajar Anak Didik TK Athirah

Merujuk pada pernyataan World Health Organization (WHO) tentang status pandemi infeksi Coronavirus Disease (Covid-19) dan arahan Pengurus Yayasan Hadji Kalla, Sekolah Islam Athirah Makassar memutuskan untuk meliburkan seluruh siswa, libur sekolah terhitung mulai tanggal 16 hingga 28 Maret 2020, namun proses pembelajaran diharapkan tetap berjalan maksimal, Rabu (25/3/2020).


Dari keputusan tersebut, guru, karyawan serta seluruh anak didik diliburkan tetapi proses pembelajaran tentunya tetap berjalan di rumah atau Learn From Home (LFH) bagi anak didik yang dilakukan secara daring. Para guru juga tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melalui Work From Home (WFH). Maka dengan status berkesinambungan ini, guru-guru TK Islam Athirah 1 menerapkan proses bermain sambil belajar di rumah kepada anak didik yang dibimbing langsung oleh orang tua anak.


Tentunya hal ini tetap dalam kerja sama pihak orang tua dengan guru-guru terutama pembelajaran dan proseses bermain/belajar apa saja yang akan orang tua berikan kepada anak. Kepala TK Islam Athirah 1 Makassar, Sri Rosa Handayani,S.Ag., M.Pd. pada saat dimintai keterangannya terhadap mengatakan bahwa LFH dan WHF tidak pernah diduga sebelumnya, namun sebagai respons atas situasi saat ini semua harus disiapkan.


“LFH dan WFH adalah sesuatu yang tidak pernah direncanakan dan tidak pernah diduga-duga sebelumnya. Setelah adanya info social distancing ini, maka pihak manajemen dan pimpinan bersinergi untuk mengawal kebijakan ini. Pimpinan dan guru-guru dalam waktu 2 hari, melakukan meeting untuk membahas hal-hal yang akan dipersiapkan dalam durasi waktu yang singkat. Menyiapkan semua persiapan untuk LFH, baik berupa materi maupun hal-hal lain yang dianggap penting. Kemudian dilakukan koordinasi disetiap group kelas  sebagai langkah awal untuk menyampaikan rencana LFH” terang Umi Ocha sapaan Sri Rosa.


Berdasarkan keputusan rapat dan imbauan pimpinan, maka para guru telah memberikan beberapa bekal media pembelajaran  pada hari diputuskannya untuk anak-anak diliburkan. Para guru TK Islam Athirah 1 dengan tanggap dan sigap  melakukan proses penyediaan media pembelajaran yang akan anak didik gunakan, kemudian didistribusikan ke rumah anak didik.


Tentunya dengan sikap cepat para guru membuat orang tua terbantu dengan adanya media pembelajaran yang dikirim ke rumah agar orang tua mudah dalam melakukan tugas mendidik anak-anak mereka di rumah meskipun situasi belajar di rumah dan di sekolah tidak sama. Para guru tetap mengontrol anak didik melalui orang tua via WhatssApp.


Orang tua merekam kegiatan anak bermain sambil belajar dan dikirim kepada wali kelas masing-masing. Untuk proses pembelajaran Al Quran (tahfidz dan tahsin), dilakukan dengan cara Video Call. Materi lainnya juga seperti memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengedukasi anak mereka tentang pengetahuan virus corona  dengan cara dan kreativitas orang tua. Media yang digunakan anak adalah media yang tersedia di rumah. Melakukan pembiasaan berbuat kebaikan selama dirumah atau saat ini dikenal dengan istilah Character Log.


Umi Ocha juga menyampaikan tanggapan orang tua terhadap LFH. Menurut Umi Ocha, orang tua menyambut layanan tersebut karena kondisi yang tidak memungkinkannya dilakukan pertemuan secara langsung.


“Mau tidak mau atau bersedia atau tidak, tetap akan dilaksanakan dengan tujuan bahwa meskipun tidak ke sekolah mereka tetap dapat belajar dengan cara yang berbeda dari biasanya. Apanya yg berbeda? yaitu guru yang di sekolah bekerjasama dengan orang tua memantau belajar anak melalui media sosial yang disepakati seperti WhatssApp dan Google Meet. Orang tua menjadi figur utama dalam melaksanakan proses belajar anak di rumah dengan cara yg berbeda” tuturnya.


Ia berharap kepada guru dan anak didik semoga LFH berjalan dengan baik, kemudian mencari cara-cara inovatif sehingga anak belajar di rumah dengan fun, enjoy sehingga tidak terbebani karena belajar di rumah. Berharap Guru mampu mengevaluasi dan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap hal-hal yg telah dilakukan selama LFH berdasarkan masukan dari orang tua ataupun customer lainnya.


Dengan diberlakukannya masa perpanjangan belajar dari rumah, maka guru-guru perlu memperbaiki sistem yang dianggap msh kurang dan perlu diperbaiki misalnya, mulai mengawal LFH sesuai jadwal, LFH materi dan kegiatan bermain dikondisikan sesuai media yg dimiliki anak, menggunakan Google Meet sebagai fasilitas untuk anak bisa berkomunikasi dengan guru. Guru Melakukan penilaian tidak berdasarkan angka melainkan berupa penilian kualitatif sesuai kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan mengenai belajar dari rumah.


Penulis:  Ayu Wulansari, S.Pd.


Previous PostKunjungi Taman Akar Hidroponik, Anak Didik TK Islam Athirah Belajar Menanam Tanpa Tanah
Next PostMomen Berharga