Meriahnya Perayaan HUT RI ke-72 di TK Islam Athirah 2
Menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 TK Islam Athirah 2 menggelar berbagai jenis lomba. Lomba dilaksanakan pada Rabu, 16 Agustus 2017. Kegiatan ini juga menjadi salah satu cara mewujudkan visi Sekolah Islam Athirah yakni menumbuhkan jiwa nasional pada anak-anak didik dengan mengenalkan hari besar nasional. Ada banyak lomba yang disiapkan untuk memeriahkan HUT RI kali ini diantaranya lomba estafet bendera, lomba memasukkan kelereng ke dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang, dan lomba memanjat pinang berhadiah.
Perlombaan dilaksanakan di dua tempat yakni di lapangan LEC Athirah dan di indoor TK. Sesi pertama dimulai di lapangan LEC Athirah. Beberapa jenis lomba pun disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan usia anak. Dimulai dengan anak Kelompok Bermain (KB) cukup memindahkan dua buah bendera ke wadah yang telah disiapkan. Dilanjutkan dengan kelompok A yaitu lomba estafet bendera. Setiap tim terdiri dari tiga orang jadi dibutuhkan kerja sama tim dalam memindahkan bendera ke dalam wadah. Sementara anak-anak kelompok B mengikuti lomba memasukkan kelereng ke dalam botol. Butuh kesabaran ekstra dan kehati-hatian untuk bisa memasukkan kelereng tanpa memegang sendok ataupun kelereng tersebut.
Lomba selanjutnya diadakan di indoor TK yakni lomba makan kerupuk dan lomba tarik tambang. Anak-anak terlihat sangat antusias dan semangat mengikuti rangkaian lomba tersebut. Terutama saat mengikuti lomba memanjat pinang berhadiah. Ada banyak hadiah yang digantung pada pinang ala anak TK tersebut. Mereka pun harus berani dan berjuang untuk mendapatkan hadiah yang diinginkan. Beberapa sudah nampak berani memanjat sendiri namun tak sedikit yang masih membutuhkan bantuan orangtua demi meraih hadiah yang diinginkan.
Selain anak-anak, para orangtua dan guru-guru juga juga tak ingin ketinggalan dalam lomba tujuh belasan kali ini. Para orangtua nampaknya ingin unjuk aksi melalui lomba makan kerupuk dan lomba tarik tambang. Sorak-sorak gembira pun cukup mewarnai riuhnya suara pendukung dari anak-anak yang menyemangati teman maupun bundanya. Nampaknya antusiasme mengikuti lomba dari anak-anak, bunda-bunda, dan guru-guru masih menjadi semangat yang luar biasa dan bukti cinta kepada bangsa dan negaranya.

