Alumni SMA Islam Athirah Bone Gelar Sharing Session
Ada yang menarik dari akhir pekan siswa SMA Islam Athirah Bone kali ini. Selepas sholat Maghrib pada hari Sabtu 6 Oktober 2021, beberapa alumni SMA Islam Athirah Bone mengadakan sharing session di masjid Fatimah Kalla.
Pada sharing session kali ini, tampil delapan alumni SMA Islam Athirah Bone yang berasal dari berbagai kampus dan jurusan. Mereka adalah Ulya Aprilia (Praja IPDN Sulsel), A. Amalia Tiara Putri (Praja IPDN Sulsel), Hamzah Haz (Mahasiswa Akuntansi UNHAS), Fakhirah Oceani (Mahasiswa Ilmu Gizi UNHAS), Nurkhafifah (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNHAS), Andi Surya Mukaldi (Mahasiswa Ilmu Politik UNHAS), Muhammad Wakhyu Alfakhruddin (Mahasiswa Kewirausahaan UniBraw), dan Muhammad Fajrul yang baru saja menyelesaikan studinya di jurusan Ekonomi UNHAS. Sharing session yang dilakukan sekitar satu jam setengah ini sebenarnya tidak direncanakan. Awalnya hanya bincang lepas dengan beberapa pengurus OSIS dan guru, akhirnya mereka menyempatkan waktu untuk berbagi cerita kepada adik-adiknya.
“Sebenarnya tidak sengaja. Pas lagi di sekolah karena ngisi kegiatan LDKS adik-adik SMA, kami ngobrol dengan anak OSIS dan beberapa guru. Kemudian kami akhirnya ingin sharing pengalaman selama di Athirah Bone, masuk kuliah, ikut organisasi dan kegiatan-kegiatan kampus. Semoga bermanfaat buat mereka”, jelas Hamzah Haz, yang baru-baru ini meraih medali perak lomba Presentasi PKM-PM pada Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2021.
“Kondisi adik-adik saat ini jelas berbeda dengan kami pada saat masih menjadi siswa di Athirah Bone. Namun, satu yang sama, yaitu apapun keadaannya, perjuangan meraih sukses tidak dilalui dengan bersantai. Hal ini yang ingin kami bagi ke adik-adik. Jika bisa melalui beratnya kehidupan berasrama, insya Allah akan terlatih ketika kuliah nanti.”, imbuh Fakhirah Oceani, mantan Ketua OSIS SMA Islam Athirah Bone periode 2017-2018 ini.
Para praja IPDN pun tak mau kalah memberikan komentar. Dengan seragam praja lengkap, mereka mengungkapkan kerinduan mereka dengan sekolah. “Empat tahun baru masuk kesini (SMA Islam Athirah Bone) lagi. Banyak yang berubah, terutama bangunannya. Asramanya juga sudah terpisah gedungnya. Rasanya mau balik sekolah lagi, tapi cuma mau merasakan hidup asrama sama sibuk-sibuknya belajar. Tapi tidak mau mengulang momen remedial berjamaah. Hahahaa”, seloroh Ulya Aprilia, alumni SMA Islam Athirah Bone tahun 2017 yang merupakan praja IPDN Sulsel Angkatan 29 ini.
“Iya, kangen sekolah pakai banget. Kangen guru-guru, kangen tahfidz subuh, masakan Teh Neneng, rapat OSIS sampe tengah malam, pensi tiap malam Ahad, pokoknya Athirah Bone memang selalu bikin rindu. Adik-adik harus semangat dan betul-betul menggunakan waktu selama di Athirah Bone dengan baik. Karena ketika sudah selesai dari sini, semua itu cuma bisa menjadi kenangan dan tidak bisa terulang lagi.” tambah Andi Amalia Tiara Putri, praja IPDN Sulsel angkatan 30 yang menyelesaikan studi di SMA Islam Athirah Bone pada 2019 lalu.
Dalam sharing session kali ini, siswa kebanyakan melontarkan pertanyaan terkait kehidupan berasrama para alumni ketika masih berstatus siswa SMA Islam Athirah Bone. Selain itu, beberapa juga menanyakan kehidupan perkuliahan dan hidup kost-kostan yang harus dijalani oleh mereka. Namun, tak kurang yang antusias bertanya tentang tips ala alumni agar lulus di kampus impian. Sehingga pada kesempatan yang sama, kedua praja IPDN yang hadir tersebut pun menjelaskan jenis tes yang mereka lalui berikut tips agar bisa menyelesaikannya dengan baik. (Eva Rukmana-SMA Islam Athirah Bone)

