image

Kejujuran dan Bully Dikupas pada MPLS Hari ke-2 SMP Islam Athirah 1 Makassar

SMP Islam Athirah 1 Makassar pada hari ke-2 MPLS ,Selasa (13/7/2021) menghadirkan Nilamartini S.Pd.,M.Pd., yang memberikankan materi “Pengenalan nilai-nilai Sekolah Islam Athirah.” Nilamartini  yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Isam Athirah 1 Makassar ini lahir di Bone, 12 Maret 1980 mempunyai segudang prestasi pada masa sekolah mulai dari SD sampai SMA di tanah kelahirannya yakni Kabupaten Bone. Memiliki wawasan luas di bidang organisasai menjadikan Nilamartini dipercaya di beberapa organisasi kampus ketika menimbah ilmu di Universitas Negeri Makassar. Pramuka adalah kegiatan yang paling dia geluti. Dan saat ini Nilamartini tercatat sebagai Andalan Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan dan Pengurus Saka Bahari Sulawesi Selatan.

Nilamartini memaparkan sejarah Sekolah Islam Athirah yang bermula dari keinginan kuat dari sosok Bapak Hadji Kalla dan istrinya ibu Hadjah Athirah untuk berperan aktif dalam  memajukan pendidikan. Implementsi Hadji Kalla dihadirkan melalui group bisnisnya merintis sebuah  Yayasan pendidikan dan Kesejahteraan Islam Hadji Kalla dengan nama Perguruan Islam Athirah yang sekarang dikenal dengan nama Sekolah Islam Athirah. Nila menyampaikan visi misi dan motto Sekolah Islam Athirah, penguatan pendidikan karakter,karakter log, dan program-program kegiatan pada SMP Islam Athirah 1 Makassar.

“Karakter log yang di dalamnya terdapat aspek religius, peduli sosial dan lingkungan, serta leadership diharapkan siswa dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini kejujuran yang paling diutamakan. Karena jujur berarti berkata yang benar dan sesuai antara lisan maupun hati kita. Sebagai siswa yang baik tidak boleh berbohong karena hasilnya tidak riill yang mengakibatkan diagnosa salah dan penyelesaian masalah pun salah karena ada ketidakjujuran.” tegasnya

Materi selanjutnya  “Sosilaisasi tata tertib dan adab/tata krama” yang  diuraikan oleh Musawwir Mus,Lc., wakil kepala sekolah SMP Islam Athirah 1 Makasassar. Musawwir Putra dari Sinjai yang jebolan Al-Azhar Kairo Mesir mengawali uraiannya dengan kutipan Nelson Mandela “Education is the most powerful weapon which you use to change the world” yang artinya “Pendidikan merupakan alat paling tajam dan ampuh untuk kita gunakan dalam mengubah peradaban.” Lebih lanjut Musawwir menjelaskan tata tertib, pelanggaran dan sanksi, serta kegiatan ekstrakurikuler SMP Islam Athirah 1 Makassar. Salah satu pelanggaran yang terkadang menjadi masalah besar adalah Cyberbullyng. Cyberbullyng adalah intimidasi dunia maya atau penindasan dunia maya dengan segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet.

“Ada beberapa cara bijak bermedsos agar kita tidak dibully oleh netizen. Seperti menghindari menyebar umpatan atau ujaran kebencian kepada sesorang di media sosial dan menyebarluaskan urusan pribadi teman atau orang lain di media sosial. Namun sebaiknya postinglah segala hal yang positif dengan caption yang memotivasi  diri sendiri dan orang lain dan jadilah pribadi yang positif dengan karakter yang baik.” Pesannya

Laporan : Hasniwati Ajis (TIM Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

 

 

Previous PostKoordinasi Dengan Dandim 1407 Bone, Athirah Siap Gelar Vaksinasi
Next PostAsrama Putra Athirah Bone; Siap Tingkatkan Budaya Belajar dan Karakter Siswa