Etalase Kue Tradisional Semarakkan Penerimaan RTS I SMP Islam Athirah Bone
Panyula. Hiruk pikuk terlihat dari gedung sekolah SMP Islam Athirah Bone pada hari Rabu (3/4). Ibu-ibu tampak heboh menata beragam kue tradisional yang dibawanya dengan dibantu siswa-siswa. Deretan meja dengan papan nama penanda kelas dipenuhi sajian makanan ringan khas Sulawesi selatan.
Penerimaan RTS (Rapor Tengah Semester) kali ini memang berbeda dari biasanya. Kalau biasanya dilaksanakan di hari terakhir sekolah sebelum libur asrama, kali ini bertepatan dengan hari libur nasional. Selain itu, orang tua yang datang mengambil rapor anaknya diminta untuk membawa kue-kue khas sulsel yang kemudian nanti akan disusun bak etalase kemudian dikompetisikan antarkelas. Suasana menjadi lebih akrab antara siswa dan orang tua, keduanya bahu-membahu menata kue, berusaha menjadi yang terbaik. Hal ini menjadi salah satu upaya sekolah mendekatkan siswanya dengan orang tua setelah beberapa pekan harus terpisah. Kegiatan lomba etalase kue kemudian diakhiri dengan makan bersama di kelas dirangkaikan dengan penerimaan laporan hasil belajar selama setengan semester bersama wali kelas masing-masing. Orang tua yang hadir mengaku sangat senang dengan kegiatan seperti ini. Mereka senang bisa kumpul-kumpul dan makan bersama anak-anaknya. Namun, mereka harus sedikit kecewa mengingat penerimaan rapor RTS kali ini tidak dirangkaikan dengan libur asrama sehingga beberapa orang tua yang datang dari kabupaten lain hanya mampu melepas rindu dengan bercengkerama dengan anak-anaknya sebelum kembali ke rumah. “Acaranya menarik. Sekalian kita bisa lebih akrab dengan anak kita dan orang tua yang lain,” ujar salah satu orang tua asal Bulukumba. (Abisar)

