SMA Islam Athirah Bone Unjuk Gigi pada Gelaran Chemistry Smart Challenge UNHAS 2022
Raihan prestasi yang didapatkan SMA Islam Athirah Bone memang tidak perlu diragukan lagi. Hampir dalam setiap lomba yang diikuti, namanya kerap keluar menjadi salah satu pemenang. Tak pelak, banyak yang melabeli sekolah Islam di bawah naungan Yayasan Hadji Kalla ini sebagai sekolah prestatif.
Tanggal 19 hingga 21 Maret 2022 kemarin, SMA Islam Athirah Bone kembali unjuk kemampuan di bidang Kimia dalam helatan Chemistry Smart Challenge 2022 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin. Acara tahunan ini digelar dan diperuntukkan bagi siswa-siswa SMA se-Indonesia. Pada gelaran ini, SMA Islam Athirah Bone berhasil meraih juara umum 3 setelah mengumpulkan 3 medali dalam 8 cabang lomba yang dikompetisikan.
Adapun lomba yang berhasil dijuarai oleh SMA Islam Athirah Bone adalah Juara 2 Sistem Periodik unsur (SPU) yang diikuti oleh Felisha Putri Febrianti dan Alya Zahrani Syarif, Juara 3 Kimia Analitik yang diikuti oleh Muh Imran Asnawi, dan Juara 2 Visualisasi yang diikuti oleh Muh Imran Asnawi.
Pembimbing lomba Kimia SMA Islam Athirah Bone, Rapika Samsyu, S.Pd., mengaku lomba yang diikuti kali ini adalah lomba yang sangat bergengsi namun masih belum puas dengan capaian yang diraih. Ia juga mengakui bahwa para pesaing dalam kompetisi kali ini sangat kuat, namun ia tetap optimis untuk bisa menjadi juara. Meski harus berpuas diri berada pada posisi Juara Umum 3, namun ia tetap bersyukur dengan usaha yang telah dilakukan oleh anak binaannya.
“Setelah pandemi selama dua tahun belakangan ini, ini adalah lomba offline pertama yang kami ikuti. Bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah terbak di Indonesia membuat kami tertantang agar bisa memboyong piala. Dan alhamdulillah anak-anak membuktikan itu dengan capaian yang dirah saat ini. Semoga kompetisi-kompetisi berikutnya kami bisa memberikan yang lebih baik lagi kepada sekolah.”
Rapika Syamsu, S.Pd. Melanjutkan bahwa pembimbingan yang diberikan kepada anak-anak binaannya memang dilakukan intensif meskipun tidak ada event yang akan mereka ikuti. “Persiapan itu penting. Selain persiapan materi, anak-anak juga perlu dibekali mental yang kuat dalam menghadapi kompetisi. Karena banyak anak yang kalah sebelum bertanding. Kenapa? Karena nyalinya ciut duluan, belum lagi ketika mengetahui pesaing mereka pada lomba yang mereka ikuti. Makanya dalam setiap pembimbingan, kita kenalkan siapa yang menjadi lawan terkuat mereka. Dan tentu kami minta mereka memaksimalkan, karena doa memiliki kekuatan di atas segalanya.” Jelas guru pengampu mata pelajaran Kimia di SMA Islam Athirah Bone ini. (Eva Rukmana/SMA Islam Athirah 3)

