Kembangkan Sikap Empati Siswa SMP Islam Athirah 1 Makassar dengan Berbagi pada Korban Banjir
Cuaca yang ekstrem di kota
Makassar membuat beberapa wilayah tergenang air. Beberapa titik di wilayah perumahan
terdampak banjir yang tingginya setinggi lutut orang dewasa bahkan ada yang
sampai leher orang dewasa. Hujan lebat dengan intensitas tinggi sejak
Minggu(5/12/2021) hingga Selasa
(7/12/2021) menjadi salah satu faktor tergenangnya air
SMP Islam Athirah 1 Makassar
bersama OSIS Tudrafa ikut berpastisipasi berbagi dengan masyarakat yang
terdampak banjir dengan memberikan paket sembako, Senin (13/12/2021). Penyaluran
bantuan korban banjir dilokasikan di dua tempat yakni Perumnas Antang Blok 10 dan BTN Antara. Donasi yang
terkumpul dari galangan dana yang
dilaksanakan oleh OSIS SMP Islam Athirah 1 sebagai bentuk kepedulian terhadap
masyarakat yang terkena bencana banjir di kota Makassar.
Menurut wakil kepala sekolah SMP
Islam Athirah 1 Makassar bidang kesiswaan Musawwir Mus,Lc.,menyatakan bahwa program OSIS SMP
Islam Athirah 1 Makassar di penghujung tahun
ini sekaligus di akhir kepengurusan OSIS Tudrafa tahun 2020/2021. Sebagai rasa
empati, mereka diajarkan untuk turut merasakan penderitaan orang lain dengan
berbagi kepada sesama.
“Semoga dengan distribusi bantuan
ke korban terdampak banjir dapat meringankan beban yang dirasakan selama
beberapa hari terakhir ini. Dan terselip doa yang tulus kepada donator yang
telah menyisikan donasinya kepada korban terdampak banjir.” tuturnya
Andi Muhrisa Syahrir, ketua MPK kepengurusan
2020/2021 menyampaikan bahwa berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan
merupakan salah satu program OSIS-MPK. Walau tahun ini banyak terkendala karena
pandemi, namun kami tetap semangat menyelesaikan program yang masih bisa kami
lakukan.
“Kegiatan berbagi sesama saudara
yang sedang ditimpa musibah banyak mengajarkan kepada kami terutama saya untuk
selalu bersyukur. Dengan membantu sesama, kami dapat mengekspresikan kepedulian
kami terhadap orang-orang yang ada di sekitar kami.” ujarnya
Sikap empati dalam Islam
merupakan pantulan dari jiwa pemurah atau dermawan. Sikap pemurah itu
menumbuhkan empati. Dan setiap muslim agar menjadi insani yang mampu merasakan
derita sesamanya dan tumbuh menjadi rasa solidaritas sosialnya.
“Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2)

