image

Penerimaan Rapor ala SMA Athirah Bone di Tengah Pandemi Covid-19

Tahun ajaran 2019/2020 telah berakhir. Hal ini ditandai dengan penerimaan rapor bagi seluruh siswa. Berbagai suasana turut mewarnai. Ada haru, sedih, dan bahagia. Hal ini lantaran mereka melihat capaiannya selama satu semester.

Pembagian rapor diawali dengan pertemuan antara kepala sekolah dan seluruh siswa melalui google meet. Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan motivasi serta ucapan selamat kepada siswa karena telah melalui proses PBM selama satu semester, terlebih tiga bulan terakhir yang dijalani di tengah pandemi covid-19. Banyak perubahan dan banyak tantangan ketika belajar dari rumah atau LFH (Learn from Home). Pada pertemuan yang digelar pada pukul 13.00 Wita  itu, kepala sekolah memberikan apresiasi kepada salah seorang siswa yang selama masa LFH paling memiliki progres , baik dari segi akademik maupun dari segi karakter. Progres tersebut dilaporkan oleh beberapa guru mata pelajaran dan wali kelas saat rapat kenaikan kelas digelar. Siswa tersebut adalah A. Muhammad Khuddusum Khaffar dari kelas X IPS Al Ghany. Setelah mendengarkan apresiasi dari kepala sekolah, sontak iapun mengucapkan terima kasih dan merasa terharu.

Setelah pertemuan yang berlangsung kurang lebih 15 menit tersebut, acara pembagian rapor pun dimulai. Masing-masing walas memulainya dengan pertemuan virtual dengan semua siswa dan orang tua yang ada di kelasnya. Setelah itu, walas kemudian membagikan file rapor dalam bentuk PDF ke masing-masing WA siswa. Adapun catatan-catatan khusus bagi beberapa siswa terkait pencapaiannya disampaikan melalui pertemuan khusus anatara orang tua, wali kelas, BK, kesiswaan, dan kurikulum. Dalam pertemuan khusus tersebut,  Ananda diaharapkan agar lebih memeperbaiki cara belajarnya ke depan.

Di lain hal, sehari sebelum penerimaan rapor, tepatnya Senin, 21 Juni 2020 diadakan rapat penaikan kelas. Rapat berlangsung sejak pukul 10.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita. Pada rapat tersebut, semua walas memaparkan pencapaian anak walinya. Guru mapel pun menyampaikan catatan-catatannya terkait beberapa siswa. Begitupun pembina asrama. Alhasil rapat berlangsung cukup lama dan alot, namun tetap diwarnai dengan suasana hangat dari candaan guru-guru.

“Rapat berlangsung cukup lama karena kita perlu mengetahui kondisi tiap siswa kita sebagai bahan evaluasi dan gambaran capaian atas segala proses yang kita telah dilalui.” Urai kepala sekolah di akhir rapat.

Alhasil setelah rapat dan pembagian rapor, sebanyak 137 siswa dari 6 kelas dinyatakan naik kelas. 

Previous PostMasih di Zona Merah, SMP Islam Athirah Bone Gelar Penerimaan Raport Virtual
Next PostVia Whatsapp Hingga Jasa Gojek, Penerimaan Rapor Ala Sekolah Islam Athirah