Tingkatkan Kualitas Proses Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi
Supervisi
proses pembelajaran merupakan kegiatan peninjauan secara langsung proses
pembelanjaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Supervisi biasanya
dilakukan oleh pimpinan atau pejabat yang berwenang dalam kebijakan teknis
pembelajaran. Di lingkungan Sekolah Islam Athirah, kegiatan supervisi sudah
menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setidaknya satu kali dalam satu
semester.
Pada
semester II tahun ajaran 2021/2022 ini supervisi di unit SMP Islam Athirah I
Makassar dilaksanakan pada tanggal 11 sampai dengan 22 April 2022. Adapun pihak
yang berperan sebagai supervisor kali ini adalah Mas Aman Upi, S.Pd (wakil
direktur wilayah Kajaolaliddo), Nilamartini, S.Pd., MM (Kepala SMP Islam
Athirah I), Kasman S.Pd (wakasek kurikulum dan SDM), serta Mussawir, LC
(wakasek kesiswaan dan keagamaan).
Menurut
Mas Aman Upi, tujuan dari dilakukannya supervisi adalah untuk perbaikan proses
pembelajaran serta untuk melihat kelebihan dari sosok guru yang disupervisi
yang dapat diimbaskan kepada guru lain. “Selain itu supervisi kali ini
bertujuan untuk membandingkan hasil supervisi pertama serta menelaah berbagai
perbaikan yang harus dilakukan berdasarkan indikator perbaikan supervise.”
tabahnya.
Lantas,
bagaimana tanggapan guru mengenai kegiatan supervisi ini? Di sekolah Islam
Athirah, khususnya di unit SMP Kajaolaliddon, umumnya guru menyikapi kegiatan
supervisi dengan sudut pandang yang positif. Walau tidak ada persiapan khusus
namun kegiatan supervisi ini telah membuat guru lebih siap dalam mengajar
seperti lebih memperhatikan kelengkapan administrasi yang digunakan, menyiapkan
media serta sarana yang dibutuhkan, serta mengingatkan kembali supervisor
tentang jadwal supervisi.
Seperti
yang diungkapkan oleh seorang guru Bahasa Indonesia yaitu Hasniwati Ajis,
S.Pd., M.Pd, kegiatan supervisi ini adalah sesuatu yang bagus untukguru dan
bisa dijadikan pengingat bagi guru untuk lebih dapat memperhatikan tahapan
mengajar sesuai dengan indikator supervisi. “Dengan atau tanpa supervisi
sebenarnya kita harus selalu siap untuk mengajar dan melakukan hal terbaik
untuk peserta didik.” Hasni menambahkan.
Berdasarkan
hasil pengamatan penulis, kegiatan supervisi juga berdampak secara psikologis
terhadap siswa. Misalnya saat kelasnya dikunjungi oleh kepala sekolah, siswa
merasa lebih diperhatikan, sehingga nampak lebih tenang dan tertib. Semoga
melalui kegiatan supervisi ini sifat segan dan simpati siswa terhadap guru dan
pimpinan akan semakin bisa ditingkatkan.
Laporan
: Rini Budiarti (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

