KNOWING ALLAH SWT AS A FORMALITY
Penulis : Dwi Risma Wanti Nurlette
Dahulu aku termasuk di antara yang
takut akan kematian, tapi sering menjadikan kematian sebagai bahan lelucon. Dan aku mengatakan dengan tanpa bersalah “jangan mati dulu ah, kan belum
nikah, kan belum ini dan belum itu”.
Dahulu dunia begitu memanjakan mata. Mengenal Allah hanya sebagai formalitas, mengenal Allah jika ada keinginan. Dahulu tahu jika melakukan dosa adalah larangan Allah, tapi tetap begitu nyaman melakukannya. Hati ini begitu keras terhadap kebenaran, begitu bangga memperlihatkan kecantikan diri, sebab dahulu belum mengenal bagaimana cara mensyukuri wajah yang telah Allah karuniakan. Dahulu pernah menjadi bagian dari yang berlomba-lomba supaya menjadi pusat perhatian dan rasa malu itu masih tertutupi kabut tebal.
Dahulu tidak tahu bahkan tidak mau
tahu tentang perjalanan yang akan di tempuh setelah kematian. Sekarang setelah
tahu bahwa jika kita Husnul Khotimah malaikat yang akan menjemput kita, membawa
kita ke langit bertemu malaikat yang senang ketika kita melewatinya, sehingga
kita mendengar suara Allah. Dimana jika Allah sudah mengizinkan kita menjadi
penghuni surga, kita akan kembali dibawah turun ke alam kubur untuk menanti
hari kiamat dan disana kita akan di temani oleh amal shaleh kita, dan kita pun
akan diperlihatkan keindahan surga dan isinya. Sekarang ada bahagia luar biasa
dengan janji Allah yang meski belum mampu merasakannya.
Dahulu begitu banyak pembelajaran
untuk di ambil hikmanya. Begitu banyak alasan untuk berpegang teguh dengan
pilihan hidup yang telah Allah pilihkan saat ini. Jangan merasa sudah baik,
jangan merasa ingin terlihat sholehah. Sebab tugas kita adalah menjadi sholehah
(hanya dihadapannya). Jangan berhenti belajar jika hatimu lembut yang
akan kau rasakan adalah senantiasa haus terhadap ilmu. Sebab Ilmu adalah
pemandu amal, dan pengarah iman.
Kepada diri, teruslah bersiap untuk
pulang. Sebab kapan kita akan pulang
tidak akan terduga. Kita tidak tahu kapan di jemput, maka buatlah
kebiasaan baik senantiasalah berbuat kebaikan, supaya kita pantas bertemu dengan
Allah yang selalu menjadi tujuan terbesar dalam hidup kita.
Edotor : Team Web Asrama Athirah
Baruga

