Manajemen Pemberdayaan Siswa yang Baik Kunci Athirah Bone Cetak Generasi Muslim yang Andal
Hari ini (6/8), Azan berkumandang di langit Athirah Bone, pukul 12.15 Khairul Anam, siswa kelas XII Alhadi bersiap di atas mimbar untuk membacakan khutbahnya usai adik kelasnya di SMP Islam Athirah Bone mengumandangkan panggilan untuk salat Jumat.
Dengan tenang dan sistematis dibacanya kalimat demi kalimat pada naskah yang telah ia siapkan sebelumnya. Intonasinya diatur dengan baik sehingga jamaah yang mendengarkan ikut terbawa akan semangat dakwahnya sehingga membuat 15 menit waktu khutbah menjadi sangat singkat.
SMP-SMA Islam Athirah Bone adalah salah satu contoh sekolah berasrama yang melakukan pemberdayaan terhadap siswa-siswinya dalam kegiatan keagamaan di sekolah. Dalam kegiatan Salat Jumat misalnya, Asrama Athirah Bone membuatkan jadwal khusus untuk siswa SMP dan SMA yang bertugas. Siswa SMA bertugas sebagai khatib dan SMP sebagai muadzin. Siswa yang terpilih sebagai khatib akan menyusun naskah khutbah dan menyerahkan terlebih dahulu kepada Pembina untuk divalidasi sebelum dibacakan di mimbar.
Tidak hanya khatib, juga imam shalat tarwih dan salat lima waktu yang senantiasa diamanahkan kepada siswa.Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, nantinya siswa dilatih untuk mengambil peran dalam syiar dakwah di tengah-tengah masyarakat nantinya.
Tidak berhenti sampai di situ, bahkan melalui program “Athirah mengajar”, Athirah Bone mencoba membuat siswa dan siswinya memiliki kepercayaan diri dan punya jiwa kepekaan untuk berbagi ilmu di tengah-tengah masyarakat.
Melalui manajemen pemberdayaan siswa yang baik dalam beragam kegiatan sekolah diharapkan siswa-siswi SMP-SMA Islam Athirah Bone menjadi generasi muslim yang terampil dan dapat diandalkan di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya setelah mereka menyelesaikan pendidikan, bahkan dimulai saat mereka libur dan berada bersama keluarga di tengah masyarakat tempat tinggal mereka. Nurholis_Tim Athirah Web (@nurholismuh)

