Libur Sekolah Usai, SD Islam Athirah 1 Makassar Berinovasi dengan Project Based Learning
Senin (4/1/2021) hari pertama kembali beraktifitas setelah melewati liburan semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. SD Islam Athirah 1 mengawali dengan kegiatan briefing dipagi hari dengan membahas persiapan menghadapi proses pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021,serta penyampaian beberapa kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan di semester genap dan tentunya sesi motivasi dan selalu melakukan inovatif baru dalam proses pembelajaran. Terkait inovatif yang wajib dilakukan oleh guru SD Islam Athirah yaitu Project Based Learning.
Pembahasan terkait Project Based Learning dibentuk dalam sebuah workshop yang dimana kegiatan diawali dengan pemaparan sekaligus penjelasan terlebih dulu oleh pak khasan selaku kepala sekolah SD Islam Athirah 1 terkait seperti apa Project Based Learning dan step-step pembuatan projectnya. Dewi, selaku guru bidang studi bahasa inggris mengatakan bahwa “Project Based Learning atau Pembelajaran berbasis proyek ini bertujuan agar siswa-siswi SD Islam athirah 1 bisa melihat, dan merasakan langsung manfaat selama proses pembelajaran melalui project yang akan mereka lakukan terutama dimasa pandemi yang hingga saat ini mengharuskan mereka masih belajar dari rumah”
Proses pelaksanaan pembuatan Project Based Learning yaitu setiap guru diarahkan untuk berdiskusi pada forum levelnya masing -masing, disamping itu khusus guru bidang studi mengikut pada level kelas masing -masing. Setelah seluruh level mulai dari kelas 1 hingga 6 berdiskusi mengenai projectnya maka dipresentasikan oleh setiap level. Untuk level 1 dengan project kartu lebaran pop up, level 2 dengan project video budaya nusantara, level 3 dengan project bingkai kreatif, level 4 dengan project pelestarian sumber daya alam, level 5 dengan project skema siklus air, dan yang terakhir level 6 dengan project video tematik
Khasan S.Pd selaku kepala sekolah SD Islam Athirah 1 menyampaikan bahwa Para ahli menyepakati bahwa top skills yang dibutuhkan di abad 21 ini adalah: problem, solving, collaboration, communication, dan creativity. Maka proses belajar sudah semestinya mengadopsi ini menjadi dasar desain kerikulum pembelajaran. Salah satu yang sangat relevan dengan hal ini adalah Project Based Learning.
Dalam workshopnya Khasan juga menambahkan adapun tujuan utama dari implementasi PBL adalah agar PBM lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Mereka mendapatkan pemahaman dan keterampilan melalui proses kerja yang cukup lama, melakukan investigasi, dan merespon terhadap permasalahan atau tantangan dalam kehidupan nyata yang cukup kompleks. Kemudian, mereka akan menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka tersebut dengan menghasilkan suatu produk atau presentasi ke audiens sesungguhnya
Wakil kepala sekolah bagian kesiswaan dan sarana, Jamaluddin Mukhlis S.Ag, M.Pd.i dalam hal ini juga menyampaikan bahwa mengingat ini di level SD, mencoba secara kreatif membuat gradasi proyek dari level 1 sampai 6 secara terstruktur. Artinya, proyek-proyek yang diberikan adalah hasil desain guru dan peserta didik akan mengimplementasikannya dengan bimbingan guru.
Penulis : Fajriati Ummah (Tim Web SD Islam Athirah 1 Makassar)

