image

TK Islam Athirah 1 dan 2 Ikuti Workshop Metode Sentra

TK Islam Athirah 1 dan 2 ikuti Workshop Metode Sentra. Kegiatan itu dilakukan secara offline di ruang Multimedia Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, Jumat (17/12/2021)

Kegiatan itu diikuti kurang lebih 30 peserta dari guru TK dan Baby House Athirah 1 dan 2. Kegiatan itu berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 17 dan 18 Desember 2021. Turut hadir wakil direktur Sekolah Islam Athirah wilayah kajaolalido Mas Aman Uppi, S.Pd,. M.Pd.

Kegiatan workshop dibuka oleh Kepala Departemen Human Capital Sekolah Islam Athirah Nurwahidah, A.Ma, SP. Pada kegiatan itu Ummi Ida (sapaan akrabnya) berharap agar ilmu yang didapatkan bisa diterapkan kepada anak.

"Pastikan apa yang didapat hari ini tidak disimpan begitu saja tapi akan menjadi penambah motivasi untuk mengawal pendidikan anak-anak di TK, maka guru harus selalu mengupgrade pengetahuannya karena dunia berkembang terus,” ucap Nurwahidah dalam sambutannya.

TK Islam Athirah 1 dan 2 hadirkan narasumber nasional Siska Yudhistira Massardi selaku pendiri sekolah Batutis Al-Ilmi Bekasi. Beliau adalah trainer pelatihan metode sentra dan konsultan sekolah sentra. 

Pada kesempatan itu Ibu Siska (sapaan akrabnya) membawakan materi Happy Learning, Pendalaman Sentra, dan Lima Tahapan Berkomunikasi. Ia menjelaskan pembelajaran pada anak usia dini harus menyenangkan dan bahagia sehingga memudahkan anak menyerap pembelajaran yang diberikan.

“Bahagia itu harus ditularkan. Menjadi guru itu neraka dan surganya tipis, Ketika guru mengajar dengan kekesalan tidak akan jadi ibadah, tetapi jika guru mengajar dengan kebahagiaan setiap kejadian saat pembelajaran InsyaAllah menjadi bekal di akhirat. Sebagai guru juga bagaimana kita bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan," Ucap Ibu Siska.

Materinya sangat menarik sehingga membuat peserta tidak ketinggalan untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Salah satu guru Sri Rosa Handayani, S.Ag.,M.Pd. bertanya tentang bagaimana di sekolah Batutis yang ibu Siska pimpin mengalirkan 18 sikap dalam pembelajaran.

“Seperti apa sekolah Batutis mengalirkan 18 sikap ini dalam pembelajaran sedangkan saat ini anak full daring belajar dari rumah?" tanya Sri Rosa Handayani.

“18 sikap bisa diberikan kepada anak kalau guru terlebih dahulu punya 18 sikap ini yaitu, berfikir positif, mutu, rendah hati dan sikap lainnya. Guru sebagai modeling bagi anak. Kita dulu yang bertanggung jawab jika ingin mengalirkan sikap tanggung jawab kepada anak,” jawab Ibu Siska.

Citizen Reporter: Syaleha

Previous PostMengintip Deretan Prestasi Nayla Syakira Siddiq, Alumnus SD Islam Athirah 2 Makassar Penuh Talenta
Next PostAjak Anak Empati Dengan Bantu Korban Bencana Banjir