Mengharumkan Nama Indonesia! Tim Tari SMP Athirah Baruga Sabet Gelar Runner-Up ASIAN ETHNIC GOT TALENT 2026
Klik untuk mendengarkan isi berita dalam Bahasa Indonesia.
Makassar, 27 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMP yang sukses mengharumkan nama sekolah sekaligus Indonesia di kancah internasional. Tim Tari berhasil meraih posisi Runner Up dalam ajang ASIAN ETHNIC GOT TALENT 2026, sebuah kompetisi bergengsi yang mengangkat keberagaman budaya negara-negara Asia Tenggara melalui talenta di bidang Model, Singing, dan Dance.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Inter Model ini berlangsung di Jakarta pada 26–27 Juni 2026 dan diikuti oleh peserta dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Timor-Leste, Brunei, dan Philippines.
Prestasi tersebut diraih melalui penampilan memukau tim Dance yang diperkuat oleh Afifah, Athirah, Jasmine, Jinan, dan Haura. Mengangkat kekayaan budaya Sulawesi Selatan, mereka membawakan sebuah koreografi bertema Kesetiaan. Penampilan mereka tidak hanya memukau melalui teknik dan kekompakan, tetapi juga berhasil menghidupkan sebuah kisah penuh makna yang mengangkat nilai budaya Nusantara, khususnya dari tanah Toraja.
Melalui tarian bertema "To Balu", para penari menghadirkan kisah pilu tentang seorang perempuan Toraja yang ditinggalkan oleh belahan jiwanya untuk selama-lamanya. Setiap gerakan tangan yang lembut namun penuh tenaga menjadi bahasa cinta yang melampaui batas kehidupan. Tarian ini menggambarkan bagaimana seorang wanita Toraja memilih mengasingkan diri, menanggalkan kenikmatan dunia demi menjaga kehormatan dan kesetiaan kepada pasangan yang telah berpulang.
Penampilan yang sarat emosi tersebut berhasil menyentuh hati para penonton dan dewan juri, sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Melalui perpaduan gerak tari yang ekspresif, musik tradisional bernuansa Toraja, serta kostum yang merepresentasikan identitas budaya setempat, para penari berhasil menyampaikan kisah tentang salah satu tradisi di Indonesia. Penampilan mereka bukan sekadar mempertontonkan keindahan tari, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi penonton internasional. Penampilan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari dewan juri karena mampu memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara dengan cara yang artistik dan elegan.
Tak hanya di kategori Tari, sekolah juga mengirimkan delegasi terbaik pada kategori lainnya. Alesya tampil mewakili Indonesia pada kategori Vocal, sementara Andi Erlangga Amin dan Dinara berkompetisi pada kategori Model. Meski kali ini belum berhasil membawa tropy, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung internasional.
Kepala Sekolah, Suriana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peserta.
"Selamat kepada ananda yang telah mengikuti ajang internasional di bidang tari, lagu, dan model. Kalian bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga menjadi perwakilan Indonesia. Buktikan bahwa kalian layak berada di panggung internasional tersebut."
Beliau juga berpesan agar pengalaman ini dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun persahabatan lintas negara.
"Manfaatkan ajang internasional ini sebagai sarana saling berbagi ilmu dengan peserta dari berbagai negara, menambah teman, memperluas pengalaman, dan memperkaya wawasan."
Keberhasilan meraih Juara 2 menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi bahasa universal untuk memperkenalkan identitas bangsa. Di atas panggung internasional, Afifah, Athirah, Jasmine, Jinan, dan Haura tidak hanya menampilkan sebuah tarian, tetapi juga membawa pesan tentang kekayaan budaya Nusantara, nilai penghormatan kepada leluhur, serta semangat persatuan dalam keberagaman.
Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia—Afifah, Athirah, Jasmine, Jinan, Haura, Alesya, Rangga dan Dinara. Teruslah berkarya, melestarikan budaya, dan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
