Bersahabat dengan TNI
.
Pendidikan Bela Negara di Yonif Raider 700 WYC(Wira Yudha Cakti)
Pendidikan bela negara oleh siswa SMP Islam Athirah Baruga setiap tahunnya dilaksanakan, namun dua tahun terakhir tertunda karena adanya pandemi. Alhamdulillah tahun ini kembali giat tersebut akhirnya bisa diselenggarakan. Giat ini juga termasuk agenda yang dinanti oleh siswa.
Pagi ini di halaman parkir sekolah riuh oleh bunyi kendaraan truk dari satuan raider 700. Ada empat truk yang siap menjemput siswa menuju lokasi pendidikan bela negara. Sejumlah kurang lebih 120 siswa bersama sejumlah guru pendamping memenuhi truk. Mereka menuju ke raider, berangkat pukul 08.00 pagi.
Setiba di lokasi, siswa disambut dan diberikan pembekalan kenegaraan serta materi baris berbaris. Bukan sekedar teori, siswa dilatih langsung oleh bapak-bapak tentara untuk baris berbaris. Bertempat di lapangan raider, siswa mempraktikkan baris berbaris. Meskipun cuaca matahari agak terik, tetapi ananda tetap antusias mengikuti kegiatan ini.
Di tengah istirahat, waktu makan dan salat berjamaah, siswa pun tetap rapi mengatur barisan. Makan dengan tertib dan istirahat sambil mengobrol bersama pendamping dan pelatih mereka. Selama satu setengah jam istirahat, mereka memanfaatkan waktu dengan penuh kedisiplinan. Mungkin di pemikiran mereka selama ini bahwa dengan bapak-bapak tentara ada keseganan untuk menyapa. Alhamdulillah hal itu ditepis saat mereka asyik mengobrol dan saling bertanya. Ternyata bapak-bapak tentara sangat ramah serta tenang memberikan penjelasan.
Pukul 14.00 kembali menerima materi kebangsaan bertempat di lapangan Ki Bant Raider. Setelah pemberian materi singkat, tiba saatnya mereka diperkenalkan dengan alat perang. Antusias dan rasa penasaran mereka terhadap alat-alat peperangan pun jadi terlihat nyata di hadapannya. Pengenalan alat perang dengan menggunakan langsung pakaian perang, menggenggam senjata, dan menaiki tank serta truk peperangan. Seru dan menarik bagi mereka. Selama ini hanya menyaksikan bagaimana bapak-bapak tentara ini memakai alat perang di media internet maupun televisi. Kini mereka bisa merasakan langsung. Selain itu ananda juga dibawa ke hanggar heli untuk menyaksikan pameran alat-alat perang. Secara bergantian, ananda dengan seksama menikmati pembelajaran hari itu. Semoga kelak diantara mereka ada yang menjadi panglima, pejabat negara atau sebagai tentara. Insya Allah. Tenryata asyik yah bersahabat dengan pelindung negara. Terima kasih bapak-bapak tentara untuk keseruannya bersama kami selama satu hari ini.

