image

Praktikum Sains Selama Masa Pandemi, SMA Islam Athirah 1 Makassar Lakukan Ini

Kegiatan praktikum dengan menggunakan laboratorium virtual di tengah masa pandemi menjadi pilihan efektif bagi guru sains. Berbagai upaya dilakukan agar pembelajaran berbasis virtual ini membuat siswa tetap fokus mengikuti penjelasan dari guru.

Adapun para penanggung jawab praktikum (laboran) di Sekolah Islam Athirah untuk wilayah Kajaolalido Nur’ Arizkah, S.Pd. dan Dianinsi Purnamasari, S.Pd. Sedangkan laboran untuk wilayah Bukit Baruga adalah M. Masyhuri Wijaya, S.Pd.

Dianinsi Purnamasari, S.Pd. salah satu laboran wilayah Kajaolalido yang dihubungi melalui WhatsApp mengungkapkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem praktikum virtual.

“Dalam pelaksanaan praktikum virtual, kelebihannya adalah: (1) Lebih mudah dilaksanakan, (2) Bagi sekolah yang sarana laboratoriumnya kurang sangat bisa memanfaatkan virtual, karena bahan-bahan kimia serta alat  lumayan mahal sehingga lebih hemat, (3) Secara tampilan visual praktikum virtual lebih menarik dan kekinian, mirip main game, (4) Lebih aman karena tidak bersentuhan langsung dengan risiko-risiko cedera ketika melakukan praktikum langsung, dan (5) Bisa menggambarkan reaksi-reaksi secara mikroskopis.”

“Adapun kekurangan dari pelaksanaan praktikum virtual adalah: (1) Terkadang siswa belum tentu paham apa yang mereka lakukan atau siswa belum tentu paham  keterkaitan antara apa yang dipraktikumkan dangan teori yang terkait, (2) Pasif, karena siswa tidak aktif secara fisik langsung, (3) Kurang seru, karena tidak dikerjakan secara berkelompok dengan teman-teman sekelas di laboratorium,” ujar laboran yang akrab dengan sapaan Dianinsi atau Bu Dian.

Dianinsi menambahkan jika nantinya berlaku pembelajaran tatap muka terbatas, praktikum virtual masih merupakan solusi untuk kegiatan praktikum.

“Jika pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan, dari kami para laboran ada wacana untuk bergantian untuk praktikum offline dan virtual. Tapi di sisi lain saya pribadi mengganggap itu sulit, karena jika tatap muka terbatas, maka siswa dalam 1 kelas tersebut dibatasi jumlahnya yang hadir di sekolah. Kemudian jika dibuat jadwal pembelajaran praktikum sebagian offline dan sebagian online saya pikir tidak efektif, karena hanya sebagian siswa yang melaksanakan. Di samping itu siswa tersebut mempunyai mapel lain yang jadwal serta materinya sudah teratur. Jika dibagi per sesi per minggu, maka materi pelajarannya tidak mungkin diundur, yang ada malah dapat menghambat materi selanjutnya. Saya pribadi masih mengganggap virtual masih merupakan solusi untuk hal tersebut,” ungkapnya.

“Jika nantinya pelaksanaan praktikum diharapkan tetap ada offline sedangkan siswa tidak seluruhnya hadir perlu dipertimbangkan keuntungan serta kerugiannya. Tentu saja kita berharap memandang hal tersebut dari segi siswa apakah mereka bisa melaksanakannya,” tambahnya, Kamis (5/8/2021).

Senada dengan Dianinsi, laboran wilayah Kajaolalido yang lain yaitu Nur’ Arizkah, S.Pd. menyampaikan sistem pelaksanaan praktikum selama masa pandemi dan beberapa kendala yang muncul.

“Seluruh kegiatan praktikum yang biasanya dilaksanakan di laboratorium beralih menjadi kegiatan praktikum dengan memanfaatkan fitur laboratorium virtual. Kendalanya mungkin lebih ke variasi laboratorium virtual yang masih terbatas, jadi tidak semua materi ajar dapat dipraktikumkan,” kata Nur’ Arizkah.

Dalam hal pengaturan jadwal praktikum antara SMP dan SMA untuk wilayah Kajaolalido maupun Bukit Baruga tidak mengalami kendala, karena komunikasi antara para guru dan laboran terkoordinasi dengan baik. Jika ada yang jadwalnya bersamaan, maka laboran akan segera mengkomunikasikannya dengan guru yang bersangkutan dan mencari solusi jadwal di pertemuan selanjutnya.

Ketika ditanyakan mengenai kesiapan pihak penanggung jawab praktikum (laboran) ketika pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas diberlakukan, Nur’ Arizkah menyampaikan bahwa para laboran siap memfasilitasi guru sains yang ingin melaksanakan praktikum secara langsung di laboratorium.     

“Jika tatap muka terbatas sudah berlaku, pengelola laboratorium juga sudah siap memfasilitasi guru sains yang ingin melaksanakan praktikum secara langsung di laboratorium. Tentunya pihak pengelola laboratorium juga akan menerapkan protokol kesehatan selama praktikum tatap muka terbatas di masa pandemi,” ujarnya.

Salah satu guru SMA Islam Athirah 1 Makassar untuk mapel Kimia, Ary Ayu Astuty, S.Pd. juga menyampaikan kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan praktikum virtual selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini diberlakukan sejak Maret 2020.

“Dalam pelaksanaan praktikum virtual, salah satu kelebihannya adalah praktikum yang agak susah dilaksanakan di sekolah atau di laboratorium bisa dilakukan secara virtual. Sedangkan kekurangannya adalah keterampilan siswa pasti berbeda jika menggunakan alat secara langsung dalam praktikum di laboratorium dibandingkan hanya menyaksikan secara virtual,” ucap Ary Ayu.

Selain menggunakan laboratorium virtual, untuk beberapa mapel sains di SMA Islam Athirah 1 Makassar juga memberikan penugasan praktikum sederhana kepada siswa yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah selama masa pandemi.

 

Penulis: Yusminiwati (Tim Web SMA Islam Athirah 1 Makassar)

Previous PostEkskul di Masa Pandemi, Ini Langkah yang Ditempuh SMA Islam Athirah 1 Makassar
Next PostKelas Tahfidz dan Tahsin di Hari Jumat Tandai Keterlaksanaan Program QGDP Guru Karyawan