H2 MPLS, Peserta Didik SMP Islam Athirah Makassar Dibekali 2 Materi Penting
Pelaksanaan MPLS hari kedua secara virtual di SMP Islam Athirah Makassar masih diikuti peserta didik dengan penuh semangat, Selasa (21/7/2020). Hari kedua MPLS diawali penyampaian motivasi dari pendamping gugus.
“Kegiatan tidak akan memiliki rasa jika tidak diawali dengan motivasi” ujar salah satu pendamping gugus Andi Nunung Ikhdiana, S.Pd.
Selain motivasi, ice breaking juga diberikan agar peserta didik dapat merasa nyaman dan tidak mengalami kejenuhan, sehingga konsentrasinya dapat berfokus pada materi. Setelah ice breaking, peserta didik diarahkan untuk melaksanakan salat dhuha di rumah masing-masing sebelum mengikuti materi.
Materi pertama dibawakan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan IT Mussawir Mus, Lc. Materi diawali dengan kalimat motivasi dan beberapa tips selama belajar dari rumah. Hal tersebut dilakukan untuk membeikan pemahaman kepada peserta didik untuk menerima kenyataan bahwa ada keadaan yang tidak dapat diubah. Salah satunya belajar dari rumah ketika pandemi. Selanjutnya, Mussawir juga memaparkan tata tertib dalam proses pembelajaran, hingga pelanggaran dan sanksinya.
“Tata tertib itu untuk mendisiplinkan diri dan mengarahkan kalian menjadi lebih baik” ujar Mussawwir di sela-sela materinya.
Selain itu, dibahas juga materi terkait ekstrakulikuler, character log, cyberbullying hingga tata krama bermedia sosial.
Pada materi kedua diisi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Kasman, S.Pd. dengan tema “Belajar Efektif dan Efisien”. Peserta didik diantarkan untuk memahami perbedaan antara efektif dan efisien. Setelah itu diberikan contoh cara belajar di masa pandemi, pengenalan istilah-istilah pembelajaran, hingga aplikasi-aplikasi pembelajaran yang akan digunakan selama belajar dari rumah. Sehingga peserta didik akan lebih siap untuk memulai pembelajaran daring, dengan persiapan yang telah cukup matang. Kasman memberi tips “Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review” ujarnya.
Diakhir materi, peserta didik diingatkan untuk mengingat tiga aspek penting dalam penilaian yakni, pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Laporan: Musyorafah, S.S.

