image

Wali Kelas SMP Islam Athirah 1 Makassar Lakukan Konfrensi Kelas

Rini Budiarti,S.Pd.,M.Pd. (Guru SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Pekan pertama memasuki tahun ajaran baru, setiap tahunnya SMP Islam Athirah 1 Makassar selalu menggelar acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9. Bagi murid kelas 8 dan 9 kegiatan ini bukan yang pertama kali sehingga istilah yang digunakan adalah Re-MPLS. Selain itu perbedaan MPLS dan re-MPLS bisa dilihat dari segi durasi. Jika murid kelas 7 mengikuti MPLS selama tiga hari, maka murid kelas 8 dan 9 hanya mengikuti kegiatan MPLS selama dua hari saja yaitu senin dan selasa tanggal 12 dan 13 Juli 2021.

Pada hari berikutnya kegiatan yang dilakukan kelas 8 dan 9 adalah mengikuti pemetaan kelas Al-Quran serta mengadakan konfrensi kelas. Untuk kelas 9 konferensi kelas dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 14 Juli 2021, sedangkan untuk kelas 8 konferensi kelas diadakan pada hari kamis 15 Juli 2021. Konferensi kelas adalah kegiatan tatap muka perdana murid dengan wali kelasnya yang baru untuk membahas segala sesuatu yang menyangkut urusan kelas.

Sebenarnya siswa dan wali kelas (walas) sudah bertemu sebelumnya yaitu pada hari pertama dan kedua masuk sekolah, namun durasinya sangat singkat yaitu hanya 30 menit sebelum masuk di forum besar MPLS. Waktu yang singkat tersebut hanya memungkin akan wali kelas untuk sedikit perkenalan, memastikan semua siswa tergabung dalam grup whatsapp(WA), serta mengarahkan siswa untuk bergabung pada kegiatan re-MPLS.

Pada acara konferensi kelas, wali kelas bisa lebih leluasa untuk melakukan perkenalan dengan anak walinya serta membicarakan hal-hal yang diperlukan untuk kesiapan belajar. Pertama-tama wali kelas bersama dengan murid mengecek kesiapan gooogle classroom (GC) semua mata pelajaran. Murid yang belum tergabung dalam mata pelajaran tertentu diarahkan oleh walas untuk segera bergabung. Biasanya ada saja siswa yang belum bergabung di GC mata pelajaran tertentu, entah itu karena tidak memperhatikan kode kelas yang sudah dishare sebelumnya oleh walas atau pun karena lupa caranya.

Setelah mengecek kesiapan GC, murid dan walas membahas tentang kesepakatan kelas. Kesepakatan yang dibuat tentu saja dalam rangka membangun budaya positif. Untuk membangun budaya positif walas harus terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan muridnya. Komunikasi yang terbuka dalam hal ini sangat diperlukan. Walas akan melakukan berbagai cara untuk mengidentifikasi kebutuhan murid, keinginan murid, juga karakter murid. Mulai dari berkomunikasi dengan walas sebelumnya, mencari info dari guru BK, sampai dengan menggunakan berbagai media dan aplikasi yang dapat menampung aspirasi siswa. Dalam kegiatan ini tidak lupa walas menyampaikan pentingnya sebuah kesepakatan.

Kesepakatan yang dihasilkan   dalam konferensi kelas biasanya menyangkut aturan perwalian, aturan hubungan antar murid dan guru di luar jam perwalian, aturan dan teknis pengumpulan tugas-tugas, serta aturan kecil lainnya yang mendukung tata tertib sekolah. Selain itu pada konferensi kelas juga akan dipilih pengurus kelas seperti ketua kelas, sekretaris,bendahara, serta penanggung jawab mata pelajaran.

Rini Budiarti,S.Pd.,M.Pd. (Guru SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Previous PostSharing Bacaan, Ini yang disajikan Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga
Next PostMPLS Hari Keempat, Guru SD Islam Athirah 1 Makassar Ajarkan Materi Wudu dan Salat