OSIS Covtharka SMP Islam Athirah 1 Makassar, Gelar Lomba Dalam Rangka Hari Batik Nasional
Kegiatan OSIS di SMP Islam Athirah 1 Makassar tetap berjalan. Pandemi tidak menjadi halangan untuk berkreasi dalam memperingati Hari Batik Nasional. OSIS Covtharka menggelar lomba foto dengan ketentuan yang telah ditetapkan, Selasa (2/10/2020).
Ketentuan lomba foto tersebut antara lain peserta lomba wajib memakai batik. Foto peserta mengenakan batik menggunakan latar twibbon yang disediakan pihak OSIS. Foto dari setiap peserta lomba di-upload pada media sosial Instagram lengkap dengan captin yang berkaitan dengan Hari Batik Nasional.
Ketua MPO OSIS-MPK Covtharka Munira,S.Pd menyampaikan tema dan manfaat dari kegiatan lomba tersebut bagi peserta didik.
“Tema lombanya adalah "Batik Tidak Menghalangi Aktivitasku". Harapannya peserta didik dapat menggunakan dan melestarikan batik dalam segala aktivitas. Apalagi motif batik yang ada saat ini semakin berkembang dengan corak ukiran yang menyesuaikan daerah yang ada di Indonesia.
Ketua OSIS Covtharka SMP Islam Athirah 1 Makassar Muhammad Jazuli Wairooy menyampaikan
makna Hari Batik Nasional bagi dirinya secara pribadi.
“Bagi saya Hari Batik Nasional yang dimana kesenian dan kebudayaan Indonesia telah diakui di dunia. Hari ini patut kita rayakan untuk membuat kita semakin bangga dengan Indonesia dan sekaligus menghormati kesenian kesenian dan kebudayaan di indonesia,” ungkapnya.
Ia pun menambahkan bahwa peringatan Hari Batik Nasional merupakan hal yang
patut dilestarikan.
“Apalagi jika semakin kita mengenal Indonesia, rasa bangga dan syukur atas kesenian dan kebudayaan Indonesia pun semakin tinggi. Rasa bangga itu tentu akan membuat kita tidak akan membiarkan hal ini hilang begitu saja tanpa penerus. Jika bukan kita yang melestarikan dan bergerak siapa lagi,” tambahnya.
Sekertaris OSIS Covtharka SMP Islam Athirah 1 Makassar Nadya Shafa Aulia juga menyampaikan pendapatnya tentang Hari Batik Nasional.
Hari Batik Nasional ini sangat bermakna. Pakaian Batik yang mungkin sehari-harinya sudah terlihat biasa saja di mata kita semua karena sudah sering melihatnya, ternyata setiap ukiran & goresannya dianggap unik di mata orang luar/warga negara asing. Semakin berkembangnya negara ini, semakin berkurang juga orang yang menyadari hal itu,” tuturnya.
Diakhir pendapatnya ia memaparkan Hari Batik Ini menyadarkannya kembali bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya yang harus terus dilestarikan.
“Akhirnya, pada hari inilah saya teringat & disadarkan kembali bahwa
ternyata Indonesia memiliki sangat banyak keaneka ragaman budaya. "Batik,
pusaka yang terus hidup abadi dan luhur, selalu menemukan bentuknya seiring
perubahan era." Maka dengan itu, kita sebagai Warga Negara Indonesia, wajib
menjaganya agar selalu dilestarikan. Selamat Hari Batik Nasional!,” tutupnya.

