ALHAMDULILLAH. KEMBALI SEORANG ANAK DIDIK TK ISLAM ATHIRAH 1 BERHASIL MENUNTASKAN JILID 6 METODE UMMI
Diakhir tahun pelajaran semester ganjil ananda Ufaira Nur Afifah berhasil membuat haru para guru dan orangtua dengan menuntaskan bacaan Al Qur’an metode UMMI jilid 6. Diawal semester genap ini kembali seorang anak didik TK Islam Athirah 1 turut berhasil menyelesaikan jilid 6 yaitu ananda Asy-Syam Tri Agustian Ar Rasyid dari kelompok B Al Haliim dan sekarang ananda telah berpindah membaca Al Qur’an. MasyaAllah.
Ananda Asy-Syam sapaan akrabnya mengawali pendidikan di Sekolah Islam Athirah pada jenjang Baby House. Sejak berada di Baby House ananda mulai diperkenalkan huruf hijaiyyah melalui lagu dan metode lainnya. Berlanjut masuk di TK Islam Athirah 1, dikelompok A ananda Asy-Syam memulai bacaan UMMi jilid 1 dan selepas kelompok A ananda berhasil mencapai jilid 5 hingga di kelompok B ananda berhasil menuntaskan hingga jilid 6 dan kini melanjutkan bacaan ke Al Qur’an. Sungguh suatu prestasi yang luar biasa yang tentunya membanggakan orangtua anak didik dan seluruh jajaran guru dan karyawan TK Islam Athirah 1.
Dalam kesempatan wawancara kepada orangtua ananda yang juga merupakan Kepala Sekolah TK Islam Athirah 1 Ummi Ijah sapaannya melalui WhatssApp beliau berbagi sedikit pengalaman tentang metode dan cara belajar selama mendampingi ananda di rumah. Beliau mengatakan “Cara belajarnya setiap hari dimotivasi untuk mengaji setor bacaan tentu dengan pendampingan dari orang tua.”
Selain itu, beliau juga memberikan tips kepada orang tua agar anak rajin mengaji yakni “Anak- anak suka dengan dongeng dan suka dengan pujian ini yang menjadi motivasi anak senang mengaji. Didongengkan tentang apa balasan dari Allah untuk anak yang suka mengaji misal: selalu menambah pahala yang nantinya pahala itu akan digantikan Surga oleh Allah. Dengan penggambaran Surga sesuai pemahaman anak, dapat mempersembahkan mahkota bagi orang tua dan sebagainya. Serta tidak pelit dengan pujian ketika anak dapat memahami setiap bacaan Al Quran baik secara verbal maupun non verbal” Tuturnya.
Selama belajar dari rumah tentunya orang tua dalam hal ini Ummi Ijah juga memiliki kendala selama melakukan pendampingan “Terkadang ananda tidak mau mengaji dengan berbagai alasan, sebagai orang tua beliau membuat kesepakatan. Misal ananda Asy-Syam boleh mendapatkan yang diinginkan jika sudah mengaji. Sebagai orang tua mencari celah kapan saja anak ingin mengaji bahkan ananda pernah meminta mengaji tengah malam. Kendala yang paling menonjol adalah kurang fokus, mudah berahli konsentrasinya dan banyak selingan sehingga perlu upaya untuk bisa stay tune pada ngajinya.” Ungkap Ummi Ijah”.
Setiap anak memiliki kecerdasan dan keunikan masing-masing, pendampingan dan bimbingan dari orang dewasa yang akan menentukan seperti apa mereka kedepannya. Berdasarkan dari pengalaman pribadi Ummi Ijah kita dapat mengambil pelajaran pentingnya membangun komunikasi dan diskusi dengan anak serta memberikan pujian dari setiap perilaku baik yang dilakukan oleh anak.
Sebagai pimpinan TK Islam Athirah 1, harapannya setiap orangtua bisa mendukung program sekolah dengan memfasilitasi anak terus belajar mengaji dan mencintai Al Quran karena Al Quran adalah petunjuk bagi kehidupan di dunia dan di akhirat. Kalaupun orang tua tidak bisa mengajari, orang tua dapat memberi motivasi kepada anak untuk menyukai Al Quran setidaknya mendampingi / meluangkan waktu untuk anak saat belajar mengaji. Ini ibarat sekali merengkuh dayung 2-3 pulau terlampaui ketika orang tua mendampingi anak orang tua dapat juga belajar bersama anak melalui apa yang diajarkan oleh gurunya. Semoga kita semua tetap istiqomah dalam belajar dan membaca Al Quran serta mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak. Aamiin.
Penulis: Ayu Hirjayati, S.Pd., Gr. (TIM WEB TK ISLAM ATHIRAH 1)

