APA SIH YANG PATUT KITA SOMBONGKAN?
Penulis : Firdayanti Firman, S,Pd.
(Guru Matematika SMP Islam Athirah 1 Makassar)
Pernahkah kita bertemu dengan orang sombong? Atau pernahkah diri ini merasa sombong? Sebenarnya apa sih yang dimaksud sombong itu? Sombong adalah saat kita menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Kesombongan itu membinasakan, kesombongan membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain. Apa sih yang patut disombongkan dari diri kita sedangkan Allah Swt menciptakan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah. Selain itu, segala apa yang ada di bumi itu hanyalah titipan semata dari Sang Pencipta.
Tanpa kita sadari dalam dunia pergaulan manusia sehari-hari, kesombongan sering menggejala. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan adanya kelebihan yang dimiliki baik dari segi jabatan atau kedudukan, kekayaan yang melimpah, kecantikan ataupun ketampanan bahkan yang sekarang lagi maraknya adalah dalam segi ilmu pengetahuan. Misalnya saja, kita menyombongkan kepintaran namun keesokan harinya kita mengalami kecelakaan dan amnesia maka ilmu yang kita banggakan itu sudah tidak ada artinya lagi. Jika kita memiliki jabatan, kedudukan dan kekayaan namun Allah Swt dapat menghilangkannya dalam sekejap. Seperti halnya sekarang ini, bencana sering sekali terjadi baik kebakaran maupun banjir. Dalam sehari seluruh harta yang kita miliki itu dapat lenyap. Bukankah ilmu, kekayaan dan segalanya adalah milik Allah Swt sehingga sewaktu-waktu dapat diambil kapan saja.
Sebagaimana telah dijelaskan dalam QS. Luqman ayat 18 yang artinya, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. Nah sebenarnya sikap sombong dapat terjadi dari enggannya seseorang untuk mengevaluasi diri karena merasa benar. Sehingga ketika seseorang nantinya memberikan saran kepadanya maka ia akan menolak hal tersebut dan membuat pembenaran dalam dirinya.
Rasulullah Saw pernah bersabda, “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada sifat takabbur (sombong) walaupun sekecil dzarrah (biji kecil)”. Namun, ada beberapa ciri sifat sombong yang sebenarnya tanpa disadari ternyata pernah kita lakukan, sebagai berikut:
Apapun topik pembicaraannya, selalu berakhir membicarakan diri sendiri
Biasanya orang sombong cenderung fokus membicarakan dirinya sendiri sehingga apapun topik pembicaraannya maka akan dikaitkan dengan dirinya. Misalnya saja, kita sedang berkumpul dalam suatu ruangan dan membicarakan tentang rencana pembuatan buku untuk siswa. Tiba-tiba kamu berkata, “Tahun lalu saya juga sempat buat tulisan di buku dan diterbitkan”. Informasi yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan menyebabkan orang lain merasa risih jika dilakukan secara terus menerus.
Orang lain wajib tau orang-orang penting yang ada dalam pergaulanmu
Terkadang kita tidak berniat pamer akan kekayaan yang dimiliki namun kita gemar membicarakan orang-orang penting dalam lingkungan keluarga. Misalnya saja tanpa ada yang bertanya, tiba-tiba kamu berkata, “Eh tanteku kemarin terpilih jadi anggota DPR loh.” Hal yang tanpa kita sadari dari sikap membanggakan orang-orang di sekitar kita dapat memicu sifat sombong. Meskipun niat kita tidak demikian namun jika kebiasaan ini sering kita lakukan maka lambat laun perasaan sombong akan muncul dalam diri kita karena merasa memiliki orang-orang dengan jabatan penting.
Mengeluh sembari pamer
Sikap pamer yang dibungkus dalam keluhan itu tanpa disadari sering dilakukan oleh orang-orang saat ini. Misalnya saja kamu mengeluh, “Aduh jengkel deh masa Iphone 12 ku dipinjam sama kakak, akhirnya pake yang Samsung S10 deh.” Tidak ada salahnya mengeluh namun ada baiknya jika tidak didasari dengan rasa ingin pamer yang membuat orang lain menjadi risih dengan kita bahkan bisa menimbulkan perasaan iri. Secara tidak langsung dari keluhan kita tersebut seakan ingin memberitahukan ke orang lain bahwa kita memiliki beberapa gawai yang belum tentu orang lain bisa miliki.
Tidak respek dengan pencapaian orang lain
Saat seorang teman menceritakan pencapaian yang diperoleh terkadang kamu merasa tidak tertarik. Hal tersebut mungkin tidak diutarakan secara langsung namun jika dalam diri sudah ada perasaan menganggap diri lebih hebat atau superior dari orang lain maka itulah salah satu bibit dari kesombongan. Padahal pencapaian orang lain bisa saja tidak seperti yang kita raih namun proses yang mereka lalui untuk mencapai titik tersebut dapat lebih ekstrem dari apa yang pernah kita alami. Keadaan tiap orang berbeda sehingga kita juga patut untuk menghargai pencapaian orang lain sekecil apapun itu.
Bangga dengan pencapaian diri sendiri atau keluarga dan orang lain wajib tahu
Merasa bangga atas pencapaian diri sendiri ataupun keluarga adalah hal lumrah. Namun jika kebanggaan tersebut dilakukan dengan menceritakannya kepada orang lain secara berulang atau terus menerus tentunya akan membuat orang lain malas. Bahkan orang yang awalnya ikut bangga menjadi biasa saja dengan cerita yang kamu utarakan.
Menyepelekan kemampuan orang lain
Menyepelekan orang lain adalah hal yang tidak dapat dipungkiri sering terjadi khususnya dalam dunia kerja. Perasaan merasa lebih baik dari orang lain dan menganggap bahwa tanpa kehadiranmu semua tidak akan berjalan dengan baik adalah salah satu bibit sombong yang perlu kita hindari.
Berdasarkan beberapa ciri di atas tentunya kita harus mampu mengendalikan diri agar tidak terjerumus atau memiliki bibit sombong dalam diri kita. Oleh karena itu, sifat sombong atau takabbur, baik karena harta, jabatan dan ilmu pengetahuan, tidak boleh terjadi. Segala hal yang kita miliki haruslah kita syukuri dan berusaha untuk muhasabah agar dapat menjadi lebih baik kedepannya sehingga tidak menjadi orang yang merugi. Selain itu kita harus mampu bergaul dengan semua orang tanpa membeda-bedakan tingkat status sosial. Sebab dengan cara seperti itu paling tidak kita telah melakukan latihan untuk menghilangkan rasa sombong yang ada pada diri sendiri.
Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

