Memadukan 'Jalan Kalla' dengan Cara Berpikir Suprarasional
MAKASSAR -- Nuansa berbeda terlihat disela-sela program kegiatan awal tahun ajaran baru
yang dihelat Sekolah Islam Athirah Makassar. Lembaga pendidikan yang
berkedudukan di Jalan Kajaolalido No. 22, Makasar-Sulawesi Selatan, menggelar
training motivasi cara berpikir suprarasional kepada 400 guru dan karyawan Sekolah
Islam Athirah,
Kegiatan
ini menghadirkan motivator suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra. Ridwan
beberapa hari lalu tiba di Indonesia, setelah menjadi team leader
Indonesia-Klinik Pendidikan MIPA dalam ajang kompetisi Internasional di
Bulgaria, memberikan motivasi kiat sukses ala cara berpikir suprarasional
kepada para tenaga pendidik.
Direktur
Sekolah Islam Athirah, H. Syamril, menjelaskan ihwal dari tujuan pelatihan
tersebut. Selama ini, kata dia, di Athirah sudah menerapkan program 'Jalan
Kalla' yang mengusung 'Kerja Ibadah', dengan mengamalkan 10 sunah Rasul. Di
antaranya yaitu salat berjamaah, salat duha, salat rawatib, infak, puasa senin
kamis, dan sebagainya.
“Seiring
berjalannya program 'Jalan Kalla', dikembangkan model iman, ilmu, amal dalam
bingkai 5B, yaitu: beribadah, belajar, bekerja, berkarya, dan berbagi. Semua
model tersebut disistematisasi dalam manajemen dan program kerja. Untuk
menjalankan itu semua, maka diperlukan pola pikir yang membangun motivasi
dengan penuh kesadaran. Pola pikir yang sangat tepat adalah cara berpikir
suprarasional. Itulah tujuan diadakannya pelatihan ini,” ujar Syamril.
Syamril
memberikan apresiasi atas kehadiran narasumber. KMenurut dua, ilmu
suprarasional ini mudah untuk dipahami bahkan peserta pun antusias untuk
menyimak kajian di acara pelatihan ini. Dia menegaskan akan menindaklanjuti
program ini melalui sistem buku kontrol 'Jalan Kalla' dengan menguatkan
komitmen secara berjamaah, memonitor secara berkala, agar mendayagunakan tiga
antena kehidupan (akal, hati, dan panca indera) dalam kehidupan sehari-hari.
Pasca
digelarnya pelatihan suprarasional untuk guru, Sekolah Islam Athirah
merencanakan pelatihan ini kepada orang tua siswa agar visi-misi yang dibangun
sekolah dapat dipahami dan selaras dengan kepentingan orang tua siswa.

