3 Guru SMP Islam Athirah 1 Makassar Mengikuti Lokakarya ke-5 PGP Angkatan ke-2
Penulis : Rini Budiarti,S.Pd.,M.Pd.
Makassar. Sabtu tanggal 25 September 2021 digelar acara lokakarya ke-5 Program Guru Penggerak (PGP) Angakatan 2. Lokakarya yang difasilitasi oleh P4TK Penjas dan BK ini dilaksanakan serentak di 5 provinsi yaitu Bali, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara. Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang menyelenggaran kegiatan ini di antaranya adalah Bulukumba, Gowa, Jene’ponto, Soppeng ,dan Kota Makassar.
Lokakarya PGP kota Makassar kali ini dilaksanakan secara luring di Hotel Claro, Jalan Andi Pettarani No.3 Makassar. Dengan jumlah peserta sekitar 130 orang yang terbagi menjadi 11 kelas, SMP Islam Athirah menyertakan 3 orang calon guru penggerak (CGP) dalam kegiatan ini. 3 orang guru tersebut yakni Rini Budiarti, M.Pd, Fajaruddin, S.Pd, dan Mubasriani, S.Pd, M.Pd.
Topik yang menjadi pembahasan dalam lokakarya V ini adalah tentang kompetensi CGP yang sudah berkembang serta yang belum berkembang selama pelatihan. Pelatihan yang sudah berjalan selama kurang lebih lima bulan ini tentu saja akan memberikan kontribusi terhadap kompetensi CGP. Pelatihan masih akan berlanjut sampai bulan ke-9, sehingga dalam kegiatan ini peserta CGP dituntut untuk mengindentifikasi serta menentukan stategi untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
“Melalui kegiatan ini saya telah banyak mengoreksi kekurangan yang saya miliki dan mencoba untuk mengadopsi dan mengadaptasi strategi pengembangan kompetensi dari peserta CGP lainnya.”, tutur Fajar melalui wawanca secara langsung. Fajar pun menambahkan bahwa beberapa hal yang didapat melalui PGP sebetulnya telah diterapkan di Sekolah Islam Athirah.
Seorang CGP lainnya dari SMP Islam Athirah yakni Mubasriani menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai ajang refleksi terhadap capaian selama kurang lebih lima bulan sejak PGP dijalankan. “PGP kali ini lebih menyenangkan karena dilaksanakan secara offline, sehingga kita bisa lebih fokus pada materi yang dibahas.” tuturnya.
Dalam Kegiatan ini setiap CGP melakukan indentifikasi terhadap kompetensi yang sudah berkembang dan belum berkembang. Setelah itu melalui kegiatan kolaborasi diidentifikasi faktor -faktor pendukung dan faktor penghambat kompetensi. Dengan dirumuskannya fak tor pendukung dan penghambat kompetensi setiap CGP dapat menentukan strategi untuk memaksimalkan faktor pendukung serta meminimalkan faktor penghambat pencapaian kompetensi.
Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1)

