Atasi Masalah Psikologis Anak di Masa Pandemi, Webinar Parenting Athirah Bone Hadirkan Psikiater
Welcoming Day Virtual yang dilaksanakan pada hari Sabtu (25/7) di SMP-SMA Islam Athirah Bone dirangkaikan dengan kegiatan Seminar Online Kesehatan yang menghadirkan Psikiater dari RSUD Belopa, dr.Alviah Haeruddin, M.Kes.,SpKj. Acara yang dipandu Zulfikar Yuri Nugraha, psikolog alumni Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini mengangkat topik “Mengatasi Masalah Psikologis Anak di Masa Pandemi”.
Pada kesempatan tersebut, sosok yang bertugas di RSUD Belopa tersebut menguraikan tentang dampak pandemic covid 19 terhadap mental anak. Tidak hanya dari segi sosialnya saja, tetapi juga dari aspek emosionalnya. Dokter spesialis kejiwaan tersebut menyampaikan bahwa dari aspek sosial interaksi social anak terpengaruh terutama setelah sekolah ditutup, padahal sosialisasi merupakan unsur pembentuk kepribadian beradaptasi yang sangat penting pada anak.
Sedangkan dari aspek emosionalnya, berdasarkan survey dari The Mental Health of Children and Young People di Inggris menyatakan bahwa pada 2020 terdapat peningkatan signifikan anak usia 5-16 tahun yang mengalami masalah mental.
Salah satu upaya yang dihadirkan adalah melalui pembelajarn daring. namun, pola pembelaran daring yang saat ini diberlakukan di sekolah-sekolah harus memerhatikan interaksi anak selama proses pembelajarn. Satu yang perlu diperhatikan adalah durasi anak menatap layar atau screen time baik dari laptop, computer ataupun smart phone, beresiko mengalami peningkatan. Padahal anak juga membutuhkan keseimbangan antara aktivitas fisik, screentime dan waktu tidur yang merupakan dasar untuk tumbuh kembang optimal.
Olehnya itu, perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain: screen time tidak lebih dari 1-1,5 jam, penggunaan media gawai tidak menjadi kebiasaan sebelum mengerjakan pekerjaan sekolah, serta memerhatikan masa tidur berkualitas bagi anak, yakni 9 -11 jam.
Pada sesi tanya jawab, peserta seminar sempat menyinggung terkait vaksinasi pada anak di atas umur 12 tahun. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Vaksin bertujuan agar kita kebal terhadap virus. Yang ditakutkan adalah KIPI Kejadian Ikutan pasca Imunisasi.
“Vaksin bertujuan agar kita kebal terhadap virus. Yang ditakutkan adalah KIPI Kejadian Ikutan pasca Imunisasi. Tetapi sangat jarang terjadi pada vaksin Covid. Dari beberapa pengalaman ada yang mengeluh setelah vaksin terdapat efek selalu ngantuk atau nafsu makan bertambah. Tetapi respon tubuh terhadap vaksin berbeda-beda. Jadi sebaiknya sebelum vaksin anak anak disiapkan sebaiknya dengan tidur cukup, sarapan yang baik, dan tidak stress.” Ujarnya menjawab pertanyaan dari salah satu peserta. Nurholis_Tim Web Athirah (@nurholismuh)

