Kajian Jumat Pagi SMA Islam Athirah Bukit Baruga Angkat Tema Sujud Sahwi
SMA Islam Athirah Bukit Baruga setiap Jumat menggelar kajian
setelah pembacaan surah Al Kahfi, pada pagi hari untuk pimpinan, guru, dan
karyawan. Pada kesempatan Jumat, 24 sepetember 2021. Salah satu guru Pendidikan
Agama Islam di SMA Islam Athirah Bukit Baruga yang mendapatkan giliran memberi
kajian.
Dalam kajian tersebut, Ustad Sumardi Uddin, S.Pd.I, Lc.,S.H. membawakan kajian eksklusif dengan tema “Sujud Sahwi”. Di awal kajian diberikan penjelasan makna sujud sahwi, yaitu sujud yang dilakukan orang yang shalat sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat yang disebabkan karena lupa.
Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan sebab-sebab dilakukannya sujud sahwi dalam salat. Apalagi sebagai manusia biasa, kita tidak luput dari yang namanya sifat lupa. Kemampuan mengingat manusia memang memiliki batas. Adapun hal yang menjadi sebab dilakukannya sujud sahwi ada tiga hal yaitu, kelebihan, kekurangan dan ragu-ragu dalam menghitung jumlah rakaat.
“Jika rakaatnya lebih atau menambah raka’at shalat, ruku’, Sujud (Hadits Ibnu Mas’ud RA, Muttafaq ‘Alaih) atau salam sebelum shalat selesai (Hadits Abu Hurairah, Muttafaq ‘Alaih), maka sujud sahwi dilakukan setelah salam,”ungkapnya.
“Jika kurang rakaat atau lupa/meninggalkan salah satu wajib shalat, seperti Tasyahud awal (Sahabat Abdullah bin Buhainah RA, Muttafaq ‘Alaih), Maka sujud sahwi dilakukan sebelum salam,”lanjutnya.
“Jika ragu-ragu. Seseorang lebih condong kepada satu hal, (Sahabat Abdullah bin Mas’ud RA, Muttafaq ‘Alaih, maka sujud sahwi setelah salam. Sedangkan ragu-ragu antara dua hal, (Sahabat Abu Sa’id al-Khudri RA, HR. Muslim), maka sujud sahwi sebelum salam,”jelasnya.
Di akhir kajian tersebut dilakukan sesi tanya jawab, beberapa guru menanyakan terkait sujud sahwi dan kaitannya dengan yang dialaminya selama ini.
Laporan : Musyorafah (TIM Web SMA Islam Athirah Bukit
Baruga)

