KEMATIAN ITU PASTI
Penulis : Sultan, S.Pd
Bagaimana
tanggapan kita ketika melihat seseorang yang di vonis oleh dokter bahwa umurnya
tidak akan lama lagi..?? pasti kita akan mengatakan, orang itu pasti akan
memanfaatkan hari harinya dengan sangat baik, melalui hari harinya dengan hal
hal yang positif, yaitu beribadah, bersedekah, membahagiakan keluarga dan lain
lain.
Tapi apakah
kita menyadari, sesungguhnya setiap dari kita juga telah di vonis akan mati, tapi
bukan dari dokter, melainkan oleh yang menciptakan dokter itu, dialah Allah
subhanahu wa ta’ala. Allah telah menyebutkan di dalam Al Qur’an surah al anbiya
ayat 35.
Artinya : Setiap yang bernyawa akan merasakan mati
Setelah mengetahui dan menyadari hal
ini apakah kita masih bisa melakukan hal hal yang di larang dan di benci oleh
Allah..?
Sedangkan kematian itu tidak memandang muda atau pun tua,
tidak memandang kaya atau pun miskin, tidak memandang sehat atau pun sakit.
Banyak orang menyangka bahwa orang sakitlah yang akan lebih dahulu dari pada
orang yang sehat akan tetapi kenyataannya orang yang bahkan sangat sehat
beberapa menit kemudian telah lebih dahulu menjumpai Allah dari pada orang yang
terkena kanker stadium 4 selama bertahun tahun.
Banyak orang terlena bahwa umur mereka masih muda, padahal
kenyataannya banyak anak anak muda yang bahkan lebih dahulu menjumpai maut dari
pada kakek neneknya. Karena sesungguhnya kematian terjadi bukan karena penyakit
bukan juga karena umur akan tetapi karena ketetapan Allah.
Kita ibarat daun yang menunggu waktu kapan akan gugur. Dan
untuk menghadapi hal itu yang di perlukan adalah persiapan untuk menghadapi
kematian. Bekal apa yang telah kita siapkan untuk menghadapi perjalanan yang
sangat Panjang itu. Al Mautu Baabun. Kematian itu adalah pintu jadi setiap dari
kita akan melaluinya dan setelah melewati pintu itu kita akan melalui
perjalanan yang sangat Panjang. Jangan sampai kita akan menyesal di kemudian
hari sebagaimana dalam Al Qur’an surah Al Mu’minun ayat 99-100, yang artinya :
“Hingga
apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku
kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku
tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan
saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun:
99-100).
Angan-angan mereka yang telah mati ialah
kembali ke dunia meski sejenak untuk menjadi orang shalih. Mereka ingin taat
kepada Allah, dan memperbaiki segala kerusakan yang dahulu mereka perbuat.
Mereka ingin berdzikir kepada Allah, bertasbih, atau bertahlil walau sekali
saja. Namun mereka tidak lagi diijinkan untuk itu. Kematian serta-merta
memupuskan segala angan-angan tersebut
<!--[endif]-->
Ediotor : Irwan Duhung, S.Kep.,Ners (Team Web Asrama)

