Athirah Bone Kembali Eksis di LDBI Tingkat Nasional
SMA
Islam Athirah Bone sekali lagi menorehkan prestasinya di kanca nasional dalam
ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia. Setelah dua tahun berturut turut berhasil
mendidik siswanya sebagai delegasi Sulawesi Selatan, kini SMA Islam Athirah
Bone kembali mengirim siswanya untuk bersaing di Kota Banjarmasin sebagai
temapt pelaksanaa LDBI 2019. LDBI merupakan salah satu perlombaan bergengsi
yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan SMA. Kegiatan ini diikuti oleh 34
provinsi yang masing- masing mengirim 3 perwakilan.
LDBI
dimulai sejak tanggal 14 sampai dengan 20 Agustus 2019 dengan mengusung tema, “
Membumikan Debat Sebagai Sarana
Berkomunikasi Kritis dan Santun”. Tema
tersebut sejalan dengan salah satu sub kegiatan LDBI yakni, malam Pendidikan
Karakter yang dilaksanakan pada hari pertama kedatangan peserta. Selain malam
Pendidikan Karakter, salah satu kegiatan yang tidak ada di tahun sebelumnya
adalah Wisata Edukasi. Kegiatan Wisata Edukasi ini berlokasi di Museum Lambung
Mangkurat, Banjarbaru. Peserta diberikan pengarahan langsung dari pegawai
setempat saat berkunjung ke museum tersebut, kemudian dilanjutkan dengan
kunjungan ke pusat oleh oleh dan perbelanjaan yakni di Martapura. Dan diakhiri dengan makan bersama di salah satu
rumah makan dengan empang di sekitarnya.
Adapun
lomba debat sebagai kegiatan inti berlangsung dengan sengit. Secara teknis
lomba debat, LDBI dilaksanakan dengan menerapkan sistem yang dibagi dalam 2
babak, yaitu babak penyisihan dan babak eliminasi (octo, semi, grandfinal). Setelah melewati tahapan- tahapan debat
ini akhirnya akan dipilih yang terbaik sebagai juara Tim dan Pedebat Terbaik.
Di
babak penyisihan yang dilaksanakan sebanyak 5 babak, Sulawesi Selatan meraih 3
poin kemenangan melawan Maluku, Jawa Tengah, dan Gorontalo. Tim ini juga menjadi
octofinalis di urutan ke-8 yang
selanjutnya akan melawan Sumatra Barat. Setelah berdebar menunggu pengumuman,
Sulawesi Selatan melaju ke perempatfinalis sekaligus menjadi akhir dari perjuangannya
melawan D. I. Yogyakarta, yang selanjutnya menjadi peraih Juara 1 Tim nasional.
Namun, meskipun hanya menjadi perempatfinalis, Sulawesi Selatan masih mendapat
tempat di 10 Pedebat Terbaik Nasional. Hal yang berbeda dari tahun sebelumnya,
yaitu adanya 2 orang juri yang diundang dari universitas di Polandia dan
Inggris. Hal lain yang cukup meninggalkan kesan selain proses lomba adalah
tempat pelaksanaan LDBI 2019.
Dalam kegiatan ini, ada 3 sekolah yang
berkesempatan menjadi tuan rumah. SMA Islam Terpadu Ukhuwah, SMA Neg. 2
Banjarmasin, dan SMA Frater Don Bosco. Setiap sekolah telah memberikan kesan
bagi setiap peserta LDBI. SMA Islam Terpadu Ukhuwah dengan aturan mengenai
pemakaian sepatu di area tertentu, SMA Neg. 2 Banjarmasin dengan persembahan
upacara 17 Agustus yang begitu apik juga persembahan nyanyian lagu daerah
beberapa provinsi, dan SMA Frater Don Bosco dengan tari kreasi dan dance modern yang meriah serta aturan
pemisahan tangga putri dan putra.
Delegasi
Sulawesi Selatan tahun ini diwakili oleh
siswa dari 3 sekolah berbeda. Nurmutiami M sebagai juara 1 tingkat provinsi
berasal dari SMA Islam Athirah Bone, Jobel Jefta Brevier Massie sebagai juara 2
berasal dari SMA Neg. 17 Makassar, dan M. Ayyub Maksum sebagai juara 3 berasal
dari SMA Neg. 5 Makassar yang juga merupakan tuan rumah untuk pelaksanaan LDBI
tingkat provinsi.
“Medali ini merupakan hasil dari proses
panjang selama saya berada di SMA Islam Athirah Bone. Ini juga saya
persembahkan untuk semua orang yang telah mengulurkan tangan saat saya berada
di tepi jurang. Dan tentunya ini juga untuk Kedua orang tua saya yang tak
henti- hentinya mendukung dan mendoakan saya.” Tutur Mutiami yang merupakan
Pembicara Terbaik ke-10 nasiona di ajang LDBI tersebut. Nurmutiami M saat ini
duduk di kelas XII IIS AL-HAADI di SMA Islam Athirah Bone.

