image

TIM SATGAS SMP Islam Athirah 1 Makassar Adakan Swab Hindari Penyebaran Virus Omicron

Gelombang ketiga kasus Covid 19 yang  telah diprediksi beberapa waktu yang lalu, kini sudah benar-benar terasa dampaknya di Indonesia. Banyak sekolah dan universitas yang semula sudah memulai pembelajaran tatap muka, kini harus kembali melaksanakan pembelajaran secara daring.

SMP Islam Athirah 1 melaksanakan swab terhadap siswa-siswi kelas VIII, Senin (21/2) bertempat di Sekolah Islam Athirah Jl. Kajaolalido. Dengan berkolaborasi TIM SATGAS dengan Petugas Kesehatan Sekolah Islam Athirah, pihak sekolah yang diprakarsai oleh BMJ Sekolah Islam Athirah mengawal pelaksanaan sweb dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Banyak sekolah menurunkan jumlah peserta PTMT di bawah angka 50%, bahkan ada sekolah yang di lockdown karena adanya warga sekolah yang terindikasi positif omicron.

Menurut  pendapat  salah satu guru senior di SMP Islam Athirah yaitu Drs. H. Sangkala Dg. Ta’nang, Covid-19 dan yang sekarang memiliki varian baru Omicron adalah suatu tambahan amunisi untuk membuat rakyat menahan diri dan bersabar serta menyerahkan sepenuh jiwanya kepada Sang Maha Kuasa Allah SWT. Pelaksanaan sweb di sekolah adalah salah satu ikhtiar kita menghindari penyebaran virus.

Sangkala bertutur, “Kita harus memiliki kecerdasan maksimal. Mengapa demikian karena issu virus yang tak kunjung hengkang di negeri kita ini adalah virus aneh. Nah, karena anehnya maka kita harus menahan diri kita sebagai umat beragama dengan menaati sementara apa keinginan pemerintah untuk rakyatnya dan rakyat haruslah berusaha semaksimal mungkin. Selebihnya kita tawwakkal kepada Allah SWT.”

Menyikapi fenomena gelombang ke-3 covid-19, salah satu guru olah raga SMP Islam Athirah Riska Nur Salam, S.Pd., M.Pd berkomentar, “Kuatkan imun bersama dan kendalikan pola pikir secara positif. Sebagaian orang beranggapan virus ini ada, namun tidak sedikit yang mengatakan tidak ada. Hal ini dikembalikan ke_diri masing-masing. Apakah dengan menjaga kekebalan tubuh kita ini, virus itu akan menguasai tubuh kita atau kita yang akan menguasai virus tersebut. Perkuatlah imun dengan tetap menjaga kestabilan tubuh.”

Adapun pendapat salah satu siswa SMP Islam Athirah yaitu Michael Endra, kenaikan kasus covid-19 yang mengharuskan penurunan angka peserta yang melaksanakan PTMT sudah sesuai, sebab jika dilakukan PTMT dengan skala yang besar ditakutkan akan adanya lonjakan kasus yang lebih tinggi. Endra menambahkan bahwa walau dirinya sebagai siswa lebih senang dengan pembelajaran tatap muka, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kesehatan dan keselamatan bersama menjadi hal yang lebih utama.

Lantas Bagaimana seorang ahli berpendapat mengenai lonjakan kasus Omicron? Salah satu orang tua siswa SMP Islam Athirah yaitu Dr. dr Irawaty Djaharuddin, Sp.P(K). FISR dalam suatu acara bertajuk Bincang Sehat yang disiarkan secara langsung di salah satu akun media social rumah sakit swasta di kota Makassar menuturkan bahwa varian baru covid-19 sebenarnya sudah tidak memberi dampak yang berat dan serius seperti varian sebelumnya.

“Hal ini disebabkan karena telah terbentuknya imunitas masyarakat. Imunitas masyarakat terbentuk bisa dikarenakan masyarakat yang mayoritas telah divaksin atau pun pernah terinfeksi virus varian sebelumnya.” jelasnya

Dari beberapa paparan di atas,hendaknya kita bersikap bijaksana dan tidak memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap varian baru virus covid -19 ini. Dengan atau tanpa adanya omicron, sudah sepatutnya kita menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh sebagai bentuk ikhtiar kita menghindari penyakit, selebihnya kita serahkan kepada Allah Azza wa zalla, dengan senantiasa berdoa semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin.


Penulis : Rini Budiarti (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)




Previous PostGemar Baca Buku, Alanna Nazneen Fareeha, Siswi SD Islam Athirah 1 Makassar Raih Juara 1 pada Kompetisi Regional EF Spelling Bee 2022
Next PostMasih Duduk di Bangku Kelas 5, Jasmine Nur Sarah, Siswi SD Islam Athirah 1 Makassar Ungkap Senang Raih Medali Perak di Ajang Kompetisi Sains Indonesia 2022