Menolak untuk menyerah, Perpustakaan Athirah Bone Rilis Ruang Baca Atbon
Panyula, Dunia pendidikan di tanah air harus kembali menerima kenyataan bahwa semester genap di tahun baru mesti dihadapi dengan BDR atau beajar dari rumah. Hal tersebut tidak terkecuali SMP-SMA Islam Athirah Bone. Menyikapi kondisi tersebut, Perpustakaan SMP-SMA Islam Athirah Bone pada hari Jumat (15/1) merilis perpustakaan digital mobile bertajuk Ruang Baca Atbon.
Sebagaimana dituturkan oleh Kepala Perpustakaan SMP-SMA Islam Athirah Bone, bahwa langkah inovatif harus segera diambil untuk menghadapi situasi pandemi yang belum ketahuan akan berakhir. Perpustakaan yang selama ini ramai dikunjungi oleh siswa sebagai salah satu sumber rujukan belajar, harus menerima kenyataan untuk sementara ditinggalkan pelanggannya. Oleh karena itu Rosman, A,Md.,Pus menolak untuk menyerah dengan merilis situs Ruang Baca Atbon.
Saat diwawancarai, Kepala Perpustakaan yang merevolusi kultur ber-perpustakaan di athirah bone tersebut menyampaikan bahwa konsep perpustakaan digital Athirah Bone adalah siswa dan guru dapat membaca buku kapan saja dan dimana saja. Koleksi buku dalam bentuk e-book dapat dinikmati pembaca setelah melalui proses pendaftaran sebagai anggota di situs Ruang Baca Atbon.
“Kami mau perpustakaan tetap eksis meski saat ini tidak ada pertemuan di dunia nyata. Konsepnya adalah siswa dan guru dapat membaca dimana saja dan kapan saja melalui perpustakaan digital,” ujar pria yang juga merangkap sebagai operator sekolah ini.
Saat ini warga Athirah dapat mengakses beragam koleksi buku dengan mengakses situs https://kubuku.id/download/ruang-baca-atbon .
“Sementara kita bisa mengakses lewat webnya, untuk versi Androidnya sementara sedang menunggu persetujuan untuk bisa diunduh lewat playstore,” Ujar Kepala Perpustakaan saat menutup wawancara. Nurholis, Athirah Web

