OSIS SMA Islam Athirah Bone Galang Dana, Sumbang HP Untuk Siswa Dhuafa Belajar di Rumah
Di
tengah pandemic Covid 19, tidak semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran
dari guru-gurunya di rumah. Hal ini disebabkan terbatasnya perangkat komunikasi
yang dimiliki. Termasuk salah satu siswa SMP Islam Athirah Bone bernama Sofiq.
Kondisi ekonomi yang serba sulit karena wabah corona menyebabkan dirinya harus
pasrah dengan segala keterbatasan yang ada. Segala bentuk tugas yang diberikan
guru melalui sosial media ia salin di buku melalui ponsel pintar teman kelas
yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Terkadang wali kelasnya yang
mengantarkan tugas-tugas dari guru, dan menjemputnya beberapa hari kemudian.
Rabu (22/4) sore menjadi salah satu momen yang membahagiakan karena wali kelas yang dulunya membawakan printout tugas ternyata membawa sebuah kotak berisi ponsel pintar. Sebuah barang yang hanya bisa ia pandangi di tembok. Pada selebaran tabloid seluler yang ditempelkan di dinding triplek rumahnya. OSIS SMA Islam Athirah Bone melalui kegiatan penggalangan dana berhasil menghadirkan sebuah ponsel untuk Sofiq. Melalui Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Unit Bone, Syamsul Bahri didampingi Wakil Kepsek Bagian Sarana Prasarana, ponsel pintar bermerek xiao mi lengkap dengan pulsa datanya diserahkan kepada wali kelas Sofiq untuk langsung diserahkan kepada yang bersangkutan.
Saat
diterima, Sofiq didampingi adiknya yang bersekolah sebuah SMP negeri di Bone.
Saat itu, ayahnya belum pulang dari berkeliling menjual siomay, sedangkan ibu
dan dua adiknya bekerja di pabrik tempe tidak jauh dari rumahnya. Siswa kelas
IX SMP Islam Athirah Bone ini menyampaikan bahwa biasanya kedua orang tuanya
berada di rumah setelah waktu isya.
Pada
saat pertama kali memegang ponsel berwarna biru dengan bentang layar lebar dan
berkilau itu. Siswa yang kini telah memiliki 10 Juz hafalan Alquran itu, terlihat bingung harus
menunjukkan ekspresi apa? Antara senang dan haru, sedikit tersentak karena
seolah tak percaya ia bisa mendapatkan barang yang menurutnya sangat mewah itu.
Ia berulang kali mengucapkan terima kasih. Panggilan pertama Ponselnya adalah
kepada Ustad Syamsul Bahri melalui Video Call Whatsapp. Saat itu, Wadir yang
juga mengepalai unit SMA Islam Athirah Bone itu berpesan agar ponsel yang
diterima dapat memberikan sebanyak-banyaknya kebermanfaatan dan keberkahan
terhadap sofiq.
Kini
Sofiq dan adiknya dapat merasakan layanan Learning From Home. Ia tidak lagi
hanya memandangi gambar-gambar ponsel pintar pada selebaran tabloid HP di dinding
triplek rumahnya. Namun ia dapat langsung berkomunikasi dan mendapatkan akses
belajar dari rumah. Semua berharap semoga frekuensinya menatap layar ponsel
tidak lebih banyak dibandingkan tatapannya ke lembaran-lembaran mushaf yang
telah bersemayam di kepalanya. (Abisar)

