Menggali Jejak Sejarah: Siswa Boarding Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Fieldtrip Ilmiah di Benteng Rotterdam Makassar
Makassar — Siswa Boarding Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga melaksanakan kegiatan field trip ilmiah ke salah
satu situs sejarah terbesar di Kota Makassar, yaitu Benteng Rotterdam, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai sejarah
lokal, arsitektur kolonial, serta perkembangan budaya masyarakat Sulawesi
Selatan pada masa lampau.
Kunjungan studi ini
merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas (outing class) yang
bertujuan untuk memperkaya wawasan siswa mengenai sejarah lokal dan warisan
budaya.
Para siswa, yang
didampingi oleh beberapa guru pembina, Setibanya di lokasi, para siswa
mendapatkan penjelasan langsung dari pemandu museum terkait sejarah pembangunan
Benteng Rotterdam yang merupakan peninggalan Kerajaan Gowa dan kemudian
dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda
Ketua Panitia Anton
Sujarwo, S.TH.I. juga sebagai guru pembina kelas VIII menjelaskan bahwa
kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan
kecintaan siswa terhadap sejarah bangsa.
“Melalui kunjungan
lapangan, siswa-siswi tidak hanya belajar dari buku, tetapi melihat langsung
jejak sejarah yang menjadi bagian dari identitas kita,” ungkapnya.
Para siswa tampak aktif
bertanya dan berdiskusi selama kunjungan. Mereka ditugaskan untuk membuat
laporan pengamatan sederhana mengenai satu objek yang paling menarik perhatian
mereka di museum.
"Sangat seru.
Biasanya kami hanya melihat Benteng Rotterdam dari luar atau di foto, ternyata
di dalamnya ada banyak sekali peninggalan sejarah mulai dari artefak
prasejarah, naskah kuno Lontara, hingga diorama yang menggambarkan kehidupan
masyarakat Sulawesi Selatan tempo dulu yang baru saya tahu hari ini." ungkap
Yasir Al Munbaits, seorang siswa kelas X.
Kunjungan ini diharapkan
dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian siswa terhadap peninggalan sejarah
serta menginspirasi mereka untuk terus menggali kekayaan budaya bangsa.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di pelataran benteng sebelum kembali
ke keasrama.

