HAKIKAT DARI PELAKSANAAN KEGIATAN PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR
Alhamdulillah baru saja kita merayakan Iduladha dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban yang merupakan rangkaian perayaan Iduladha Tahun 1442 H, Kamis (22/07/2021).
SMA Islam Athirah 1 tahun ini berhasil mengumpulkan dan menyembelih hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi. Ini berkat kerja sama yang apik dari seluruh stake holder SMA Islam Athirah 1 dan didukung oleh ketua BMJ beserta pengurusnya.
Pelaksanaan
penyembelihan hewan kurban seperti ini, bisa jadi setiap individu atau kelompok
melakukannya setiap tahun. Tentu ini adalah sesuatu yang sangat positif dan
patut diacungkan jempol. Akan tetapi tahukah kita semua bahwa di balik
penyembelihan hewan-hewan kurban itu ada hikmah yang terkadang tidak disadari,
yaitu nilai-nilai apa yang harus dipetik
sebagai pelajar dari pelaksanaan kurban tersebut?
Berkurban pada hakekatnya
bukanlah sekedar mengorbankan darah binatang, atau sekedar mengikuti syariat
yang dicontohkan oleh nabiullah Ibrahim As, ataupun Rasulullah Muhammad Saw.
tetapi lebih jauh lagi kita dituntut untuk mengambil pelajaran darinya untuk
diterapkan dalam keseharian.
Pertama,
mengalirkan darah adalah bukti bahwa kita sanggup melaksanakan perintah Allah
walaupun darah dan nyawa taruhannya. Karena kita sadar bahwa pengorbanan atas
dasar ketaatan pada Allah akan mendapat ganjaran yang lebih besar di sisi-Nya.
Rasulullah dalam Sabdanya: tiadalah ibadah yang paling Aku sukai pada hari
kurban ini selain menyembelih hewan kurban.
Kedua,
binatang yang kita kurbankan bukanlah persembahan kepada Tuhan, sebagaimana orang-orang
musyrik lakukan untuk mempersembahkan kepada berhala, dewa, dan sebagainya.
Akan tetapi semata-mata mengajarkan kepada kita supaya mau berbagi kepada
saudara-saudaranya terutama yang kurang beruntung, yang bisa jadi dalam
kesehariannya tidak bisa menikamti lezatnya daging hewan. Itulah sebabnya Nabi
Muhammad Saw. mengatakan “Barang siapa yang diberi kelapangan rezeki tetapi tidak
melaksanakan kurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami.”
Ketiga,
mengurbankan sifat-sifat kebinatangan yang “mungkin” ada dalam diri seseorang.
Tidak dipungkiri bahwa setiap manusia terdapat beberapa sifat atau karakter
yang menyerupai karakter ciptaan Allah yang lainnya. Misalnya karakter
malaikat, syaitan, binatang dan sebagainya. Karakter binatang yang dimaksud
antara lain rakus sepertinya rakusnya monyet, karakter kejam/bengis
sebagaimana sifatnya harimau, macan, buaya, dan lainnya. Karakter mulutnya yang
berbisa seperti karakternya ular, komodo, dan sebagainya. Semuanya itu tidak
pantas dimiliki oleh semua manusia, sebab manusia pada hakikatnya adalah
makhluk penyayang kepada sesama makhluk ciptaan Allah. Jangankan sesama
manusia, kepada makhluk lain pun manusia diperintahkan untuk menyanginya.
Keempat,
menunjukkan kasih sayang Allah kepada manusia. Bahwa di antara binatang yang
Allah Swt. ciptakan, ada yang bisa dinikmati dagingnya oleh manusia, dan
lainnya bisa dimanfaatkan jasa dan tenaganya. Inilah bentuk superior yang Allah
Swt. berikan kepada manusia semata. Betapapun kecilnya manusia dibanding dengan
gajah, tetapi manusia bisa menundukkan binatang sebesar gajah, bahkan
menjadikannya sebagai alat untuk menpermudah pekerjaan manusia. Inilah yang
Allah sebut dalam Al-Quran “dan kami muliakan manusia (anak cucu Adam) dari
semua makhluk-Nya di darat maupun di laut….”
Semoga bermanfaat adanya.
Penulis: Sage al Banna, S.Ag., M.Pd.

