image

Best Dorm Supervisor Athirah Bone; Tetap Rendah Hati dan Selalu Berikan yang Terbaik

Program The Star, Apresiasi Guru dan Karyawan SMP Islam Athirah Bone yang dirilis pada hari Senin (9/10) menganugerahkan predikat Best Dorm Supervisor Edisi September kepada Akbar Mahaba, S.PdI.,M.Pd. Lelaki Kelahiran Makassar, 32 tahun silam tersebut berhak menyandang sebagai pembina asrama terbaik berdasarkan penilaian kinerja dan layanan yang diberikan selama bulan September. 

Sosok yang baru mengabdi di Asrama Sekolah Islam Athirah Bone sejak 1 Agustus 2022 tersebut mampu menunjukkan bahwa singkatnya masa kerja bukan menjadi alasan untuk tidak menunjukkan kinerja terbaik. Apalagi pembina asrama yang menyandang gelar magister pendidikan tersebut sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala SD Integral Hidayatullah Bau Bau dan meraih predikat kepala sekolah terbaik hidayatullah Se Sultra dalam pengembangan kualitas sekolah. 

Dalam sesi wawancara, penyuka olahraga dan membaca buku ini menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diberikan oleh sekolah. Menurutnya Ia akan tetap menjadi hamba yang rendah hati dan berusaha menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

“alhamdulillah sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh sekolah, tetap menjadi hamba yang rendah hati dan berusaha menjadi yang lebih baik lagi kedepannya,” Ujarnya.

Saat ditanya tentang suka dukanya selama menjadi pembina asrama, Suami dari Nurdiana, S.Tr.Keb tersebut  menerangkan bahwa menjadi pelajaran buat dirinya karena dalam penanganan siswa di Sekolah Islam Athirah Bone terdapat perbedaan dengan lembaga pendidikan  sekolah/pesantren pada umumnya. Dukanya ketika terdapat siswa yang abai kepada pembina saat ditegur saat melakukan pelanggaran. Namun menurutnya lagi, itulah pentingnya selalu bertanya dan berkonsultasi pada karyawan yang lebih dulu mengabdi di Athirah Bone.

“Kalau ditanya tentang suka dan duka, menjadi bahan pelajaran buat saya dalam penanganan siswa di Sekolah Islam Athirah yang berbeda pada lembaga pendidikan sekolah/pesantren pada umumnya & terkadang mendapati siswa yang sedikit memberi perlawanan kepada pembina ketika diberi teguran terhadap pelanggaran yang dilakukannya namun itulah pelajaran buat saya untuk banyak bertanya dan belajar pada karyawan senior di sekolah ini,” terang Ayah dari Zaid Al Mahabba ini.

Pada sesi terakhir, penyuka coto dan ikan bandeng ini berharap para siswa dapat mempertahankan adab yang diterapkan, bukan hanya di sekolah, tetapi dimana pun berada. Ia juga berharap para siswa bisa menyeimbangkan antara pembelajaran Alquran dan pembelajaran akademiknya.

“Semoga para siswa dapat mempertahankan adab yang diterapkan yang bukan hanya disekolah melainkan di luar sekolah pun harus direalisasikan. Semoga para siswa bisa menyeimbangkan antara pembelajaran al-qur’an dan pembelajaran akademiknya,” tutup sosok yang sempat menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) tersebut mengakhiri sesi wawancara. Nurholis_Tim Athirah Web (ig: @nurholismuh)


Previous PostBest Teacher September 2022; Harapan Guru Fisika untuk Athirah
Next PostBest Employee September; Menantang Diri Berbuah Hattrick prestasi