Ceramah Tarwih Ala Athirah Bone
Ramadhan baru saja berlalu. Namun,
suasanannya masih terasa. Begitupun dengan segala ceritaya. Betapa tidak,
Ramadhan tahun ini begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Semuanya hanya
dilakukan dari rumah saja. Tak ada hiruk pikuk tarwih, tak ada cerita
bukber bareng, tak ada sahur on the road, dan sebagainya. Semua umat
muslim menjalaninya di rumah masing-masing bersama keluarga.
Warga Sekolah Islam Athirah Bone pun demikian. Tak ada sahur bersama di asrama, tak ada tarwih bersama, dan segala kegiatan yang biasanya rutin dilakukan secara bersama selama Ramadhan. Namun, sebagai gantinya agar semarak Ramadhan tetap terasa bebapa hal dilakukan bersama melalui daring, salah satunya adalah ceramah tarwih secara online.
Cerama tarwih ini digelar setiap malam genap Ramadhan melalui aplikasi google meet dan disiarkan secara
langsung melalui Youtube. Siswa,
karyawan, guru, kepala sekolah, dan semua warga Athirah Bone menyaksikan secara
bersama bahkan juga orang-orang di luar Athirah Bone pada pukul 08.00 – 09.00
Wita. Kegiatan ini dipandu oleh siswa yang bertindak sebagai moderator. Mereka
melakukannya secara bergiliran sesuai jadwal masing-masing. Begitupun pemateri
atau penceramah. Dari malam genap pertama hingga malam genap terakhir tak ada
yang berulang. Pertanyaannya kemudian, siapakah yang membawakan materi? Mereka
adalah ustaz kenamaan dengan background
yang bebeda-beda. Ada dokter, pimpinan pondok pesantren, ketua yayasan, bahkan
adapula guru dan karywan dari Sekolah Islam Athirah Bone sendiri.
Berbagai cerita pun datang dari siswa, ada
yang tidak bergabung karena kondisi jaringan di daerahnya, ada yang waktu
tarwih di kelurganya bertepatan dengan jadwal
ceramah, adapula yang haru mendengar isi ceramah, dan lain sebagainya.
Materi-materi yang dibahas juga menarik. Tak jarang menjadi bahan diskusi guru
karyawan di grup whatsapp begitu ceramah
telah usai. Ketika malam gena tiba, semuanya antusias menunggu ceramah berlangsung.
Kegiatan ini cukup memberi
warna pada Ramadhan baru-baru ini.
Di lain hal, kegiatan tersebut merupakan
salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan Athirah Bone di tengah kondisi
sekarang ini, kondisi yang menuntut semua masyarakat untuk melakukan hal-hal
baru di luar yang biasanya dilakukan.

