Kultum Subuh Online: Berbagi Ilmu di Awal Hari
Kultum berkonotasi pada sesuatu yang dibawakan oleh ustadz, dai, atau ulama yang sedang menyampaikan ajaran agama kepada jamaah. Mungkin kultum sendiri jarang kita dengarkan karena masyarakat Indonesia tidak terbiasa berbicara atau menyampaikan sesuatu dengan durasi pendek. Dalam menyampaikan argumennya, masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan pidato, khutbah, sambutan, dan sejenisnya yang tentunya tidak dibatasi oleh durasi waktu.
Kultum berasal dari ”kuliah tujuh menit”. Meskipun berasal dari kata kuliah yang memiliki konteks sebagai pengajaran dosen di universitas, kata kultum tidak dipakai dalam konteks perkuliahan tetapi dalam konteks pengajian.
Sekolah Islam Athirah Bone adalah sekolah yang berbasis Islamic boarding school, sehingga siswa-siswinya tidak hanya dibekali dengan ilmu-ilmu alam dan sosial tapi juga memperdalam ilmu agama mereka. Salah satu caranya adalah dengan diadakannya kultum subuh setiap harinya.
Kultum subuh ini dilaksanakan bergiliran oleh seluruh siswa dan siswi Sekolah Islam Athirah Bone tanpa terkecuali. biasanya di akhir sesi kultum, ada sesi evaluasi dari pembina asrama tentang masalah-masalah yang ada di asrama selama sehari itu.
Namun pandemi covid-19 yang mempengaruhi hampir setiap sendi kehidupan, juga berdampak besar bagi sistem pembelajaran yang ada di Indonesia. Tak terkeculi bagi siswa/siswi Sekolah Islam Athirah Bone yang selama pandemi ini harus melaksanakan pembelajarang daring.
Tujuan dari kultum adalah menambah wawasan ilmu kita tentang Islam, melatih siswa/siswi dalam berbicara di depan umum dan tidak lagi gugup saat menyampaikan sesuatu. Kultum bisa memberikan bimbingan, arahan atau masukan, ilmu yang bermanfaat, saran yang baik dan menambah wawasan ilmu keislaman yang bermanfaat dan barokah.
1. Sebelum Pandemi
Sebelum adanya wabah Covid 19, siswa/siswi sekolah Islam Athirah Bone melaksanakan kultum setelah sholat subuh di masjid. siswa yang mendapat giliran kultum naik mimbar menyampaikan kultum yang telah disiapkan sebelumnya.
Adapun syarat-syarat kultum yang disampaikan minimal berdurasi 5-7 menit. Jika kurang dari 5 menit maka akan dinyatakan remedial. Isi kultum yang disampaikan harus terdapat minimal 1 hadist dan ayat, lalu menjelaskan makna dalam hadist atau ayat yang terdapat dalam kultum.
Pelaksanaan kultum subuh di mulai dengan siswa setelah dilanjut oleh siswi sekolah Islam Athirah Bone sesuai urutan yang telah ditentukan oleh penanggung jawab kultum. Kultum dimulai dengan mengucapkan salam terlebih dahulu lalu mukaddimah sebelum menyampaikan isi atau materi dari kultum yang ingin disampaikan.
Siswa dibolehkan membawa teks, hanya saja teks yang dibawa adalah kertas kecil yang berisi hal hal penting dari isi kultum dan dilarang membawa satu teks kultum full di atas mimbar.
Tidak diperkenankan membaca teks terus menerus tapi hanya sesekali sambil melihat para jama’ah yang ada di masjid. Jika membaca teks terus menerus maka teks akan disita dan jika tidak mencapai waktu minimal 5 menit dan tidak meneruskan kultum maka akan dinyatakan remedial oleh penanggung jawab kultum.
2. Saat Pandemi
Sama halnya dengan program kultum yang dilaksanakan di masjid setiap sehabis sholat subuh oleh siswa/siswi sekolah Islam Athirah Bone yang mengharuskan pelaksanaanya secara online dikarenakan wabah Covid-19. Meskipun begitu siswa/siswi tetap melaksanakan program kultum seperti biasa dengan menggunakan media internet seperti meet, zoom atau youtube.
kultum online juga memberlakukan peraturan yang sama dengan kultum offline. Bedanya kita melakukan kultum secara online lewat dunia maya.
Kultum yang dilaksanakan secara daring atau online biasanya menggunakan zoom atau meet pada hari senin-jum’at dan menggunakan youtube pada hari sabtu dan ahad.
Siswa yang terpilih untuk menyampaikan kultumnya di youtube adalah siswa siswi tertentu yang langsung dipilih oleh penanggung jawab kultum.
Harapan yang ingin dicapai selama melaksanakan program kultum selama pandemic covid 19 adalah “Agar manusia bisa lebih dekat dengan penciptanya, sehingga manusia dapat memahami betul bahwa cobaan pandemi ini itu ada atas izin Allah dan akan hilang pun dengan izin Allah.
Oleh: Mufadil dan Anisa Karimah

