image

Sabet Wisudawan Terbaik 1 PPG BK UNM 2021, Begini Sosok A. Evi Jayanti, Guru BK SMA Islam Athirah Bone

Andi Evi Jayanti, S.Pd., Gr. Adalah salah satu guru SMA Islam Athirah Bone yang cukup prestatif. Sosok yang menangani Bimbingan dan Konseling ini genap 11 tahun mengabdikan diri di SMA Islam Athirah Bone. Perjuangannya menjadi peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan bidang studi BK secara online pada tahun 2021 lalu kini membawanya menjadi wisudawan terbaik 1 dari 56 wisudawan lainnya pada saat pengukuhan dirinya menjadi guru profesional yang digelar di Gedung Theatre Menara Phinisi UNM Lantai 3 pada 14 Februari 2022 ini. 


Andi Evi, begitu biasanya beliau disapa, dalam kesehariannya dikenal sebagai sosok yang tegas dan cukup disegani oleh siswa-siswanya di SMA Islam Athirah Bone. Meski demikian, ia juga sangat dekat dengan mereka, terutama pada saat pembimbingan karir bagi siswa kelas XII. Ia sangat aktif mencari informasi tentang kampus-kampus terbaik, informasi beasiswa, hingga memberikan layanan konsultasi kepada siswa kelas XII yang masih bingung menentukan jurusan dan karir di kampus kelak. Menangani 232 siswa SMA Islam Athirah Bone dengan beragam karakter serta berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda bukanlah hal mudah. Namun ibu Evi menjalankan perannya sebagai seorang guru dan orangtua dalam waktu yang bersamaan dengan sangat baik. Ia bahkan baru-baru ini dikukuhkan sebagai Teacher of the Month SMA Islam Athirah Bone Periode Desember 2021, sebuah apresiasi yang diberikan sekolah kepada guru-guru yang memiliki raihan nilai KPI tertinggi, nilai Jalan Kalla tertinggi, serta aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. 


Perempuan kelahiran 23 Maret 1988 ini di mata rekan kerjanya adalah sosok yang mudah bergaul dan senang membantu. Ia hampir tidak pernah menolak ketika da yang membutuhkan bantuannya. Sejak kecil memang bercita-cita menjadi guru, wajar saja jika ia sangat mendalami perannya saat ini. Ketika dikonfirmasi tentang pengalamannya mengikuti PPG secara online ia menuturkan kisahnya. “Banyak suka dukanya. Mulai dari jaringan, tugas yang banyak, sementara saya tidak mengajukan cuti dari sekolah, jadi betul-betul keteteran antara urusan PPG dan kerjaan sekolah. Bahkan di akhir-akhir, saya sempat drop. Saya lalu berupaya untuk mengatur waktu agar dua-duanya bisa tetap jalan. Kuliah online dari pagi hingga sore, tapi layanan BK untuk siswa tetap saya buka, meski terbatas. Kadang saya minta anak-anak menuliskan surat jika sekiranya ada hal yang perlu dikonsultasikan. Malam, sambil kerja tugas kuliah, saya baca curhatan mereka. Benar-benar hari-hari yang melelahkan. Tapi Alhamdulillah terbayar dengan penghargaan yang diberikan kepada saya sebagai Wisudawan Terbaik 1. Ini juga saya persembahkan kepada Almarhum bapak saya, yang selama proses PPG online, beliau setia mendampingi saya. Meskipun hari ini beliau tidak menemani saya menerima penghargaan ini, saya yakin beliau bangga disana.”


Selama bekerja di SMA Islam Athirah Bone sejak 2011 lalu, ia juga mengaku banyak mengambil pelajaran, terutama dalam hal ibadah. “Athirah Bone mengajarkan saya untuk mengutamakan ibadah, bekerja karena ibadah, belajar karena ibadah. Persaudaraan juga sangat kuat disini, sehingga saya merasakan semua seperti sudah menjadi keluarga saya.”, jelas mantan pembina asrama putri Sekolah Islam Athirah Bone ini.


Terkait target, ia juga berencana untuk melanjutkan studi seperti kemauan almarhum ayahnya. “Insya Allah ada kemauan untuk lanjut (studi), tapi lihat bagaimana nanti. Setelah PPG, semangat belajar makin tumbuh, jadi sepertinya memang harus lanjut sekolah lagi,” tutupnya. (Eva Rukmana-SMA Islam Athirah Bone)

Previous PostGelar Orientasi Dewan, Pramuka SMA Islam Athirah Bone Makin Eksis
Next PostTekan Laju Covid, SD Islam Athirah 1 Makassar Ikutkan Guru dan Karyawan dalam Agenda Vaksinasi Booster bersama Kalla Group