image

Sobat Athirah Harus Tahu! Ini Sejarah dan Sosok Bapak Pramuka Indonesia

Sobat Athirah pasti pernah mengalami berkemah bersama teman-teman pas 14 Agustus. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan gerak jalan menyambut 17 Agustus.. Jadi setiap tanggal 14 Agustus itu diperingati sebagai Hari Paramuka. Nah, pada hari Sabtu kemarin (14/8) kita merayakan hari Pramuka yang ke 60 tahun. Tapi apakah Sobat Athirah tahu sejarahnya? Dan siapa sosok yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia? 

Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912, yang kemudian berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP) pada 1916 adalah cabang organisasi kepanduan dari Belanda di Indonesia yang menjadi titik tonggak organisasi kepramukaan di Indonesia. 

Berangkat dari organisasi tersebut kemudian muncullah organisasi organisasi kepanduan lain di seluruh nusantara, diantaranya Hizbul Watton, Jong Java Padvinderij (JJP), Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS).

Beragamnya oragnisasi yang kemudian disatukan menjadi  INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926 sebagai peleburan dua organisasi kepanduan, Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Hingga akhirnya pada tahun 1961 tepatnya pada tanggal 9 Maret, Presiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh kepanduan yang ada di nusantara. Di situ, presiden pertama Republik Indonesia tersebut mengatakan, bahwa organisasi kepanduan yang ada harus diperbaharui, aktivitas pendidikan haruslah diganti, dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka.

Peristiwa pada tanggal 9 Maret 1961 itu kemudian dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka karena saat itu presiden membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka yang tediri dari Sultan Hamengkubuwono XI, Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi.

Dari tokoh-tokoh inilah kemudian lahir keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961 pada 20 Mei 1961 tentang gerakan Pramuka. Selanjutnya, pada 14 Agustus 1961 dilakukan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional), yang secara resmi mengenalkan gerakan Pramuka di Jakarta sekaligus penetapan Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional yang pertama. Kini, Sultan HB IX dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Sultan Hamengkubuwono IX memiliki peran penting dalam perkembangan awal Pramuka di Indonesia. Apakah Sobat Athirah tahu kalau istilah Pramuka diciptakan oleh tokoh  yang juga menjabat sebagai Sultan Yogyakarta sejak 18 Maret 1940 tersebut? Kata "Pramuka" berasal dari kata Poromuko yang memiliki arti pasukan terdepan dalam perang. Kata Pramuka memiliki singkatan yakni “Praja Muda Karana” atau “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”

Sultan Hamengku Buwono IX dilantik menjadi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Indonesia. Ia menjabat selama 4 periode dari tahun 1961 hingga tahun 1974.

Demikianlah sejarah singkat gerakan Pramuka di Indonesia sekaligus mengenal sosok Bapak Pramuka Indonesia. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan kita sebagai generasi penerus yang menikmati hasil perjuangan para pahlawan, bisa terus berkarya  dan menjaga Pramuka tetap eksis. Jayalah selalu Pramuka, Jayalah selalu Indonesia. Salam Pramuka! (dilansir dari berbagai sumber) Nurholis_Tim Athirah Web (@nurholismuh)



Previous Post60 Tahun Pramuka Indonesia, SMA Islam Athirah Bone Laksanakan Musayawarah Ambalan
Next PostUrgensi Niat dalam Mengawali Aktivitas Pekerjaan, Tema Tadabbur Jumat SMA Islam Athirah 1 Makassar