image

MENGUCAPKAN SALAM MENURUT ISLAM

Allah Swt. Berfirman dalam Surah al-Hasyr ayat 23:

Dia-lah Allah Yang tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 59: 23)

Di dalam ayat tersebut, As-salaam (Maha Sejahtera) adalah satu dari nama-nama Agung Allah Swt.. Kini, kita akan mencoba untuk memahami arti, keutamaan dan dan penggunaan kata Salam.

Sebelum terbitnya fajar Islam, orang Arab biasa menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti Hayyakallah yang artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Kemudian Islam memperkenalkan ungkapan Assalamu alaikum yang artinya semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu al-Arabi di dalam kitabnya Al-Ahkamul AQur’an mengatakan bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah Swt. yang berarti semoga Allah menjadi pelindungmu.

Ungkapan Islam ini lebih berbobot dibandingkan dengan ungkapan-ungkapan  kasih sayang yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini dapat dijelaskan dengan alas an-alasan berikut ini:

  1. Salam bukan sekedar ungkapan kasih sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logika kasih sayang yang diwujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar Anda selamat dari segala macam duka derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi salam  mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.
  2. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah Swt. Tak satu pun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapa pun juga tanpa perkenan Allah Swt.
  3. Perhatikanlah bahwa ketika seseorang mengatakan kepada Anda Aku berdoa semoga kamu sejahtera. Maka ia menyatakan dan berjanji bahwa Anda aman dari tangannya, lidahnya, dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga diri Anda.

Kesimpulannya, bahwa salam berarti mengingat Allah Swt., pengingat diri, ungkapan kasih sayang antar sesama muslim, doa yang istimewa, dan pernyataan atau pemberitahuan bahwa Anda aman dari bahaya tangan dan lidahku.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ‘Muslim sejati adalah bahwa dia tidak membahayakan setiap muslim lainnya dengan lidahnya dan tangannya.

Jika kita memahami hadis ini saja, sudahlah cukup untuk memperbaiki semua umat muslim. Karena itu Rasulullah saw. sangat menekankan penyebaran pengucapan salam antar sesama muslim, dan Rasulullah saw. menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama di antara perbuatan-perbuatan baik yang Anda lakukan.

Ada beberapa sabda Rasulullah saw. yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antar seluruh muslim.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Kamu tidak dapat memasuki surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika dikerjakan kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih sayang di antara kamu sekalian? Tebarkanlah salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal. (HR.Muslim)

Abdullah bin Umar Amr r.a. mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah saw. Apakah amalan terbaik dalam Islam? Rasulullah menjawab: Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam  satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.” (Shahihain)

Kemudian dari Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Orang yang lebih dekat kepada Allah Swt. adalah yang lebih dahulu memberi salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Hal lain pernah dicontohkan Rasulullah saw. sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim.

Suatu hari Rasulullah saw. sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan Assalamu ‘alaikum maka Rasulullah  pun menjawab dengan ucapan “wa alaikum salam warahmah. Lalu orang kedua datang dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum warahmatullah,” maka Rasulullah menjawabnya dengan kalimat “waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh.” Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh,” Rasulullah menjawab “waalaika.” Orang ketiga pun terperanjat dan bertanya, Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan salam yang ringkas kepadamu, engkau membalas dengan salam yang lebih baik kalimatnya. Sedang aku  memberi salam yang lengkap kepadamu, engkau membalasnya dengan kalimat yang singkat ‘waalaika. Rasulullah menjelaskan ‘Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk membalasnya dengan lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang dijabarkan Allah di dalam Al-Quran.

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa membalas salam dengan tiga frase itu hukumnya sunnah, yaitu cara yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Kebijaksanaan membatasi salam dengan tiga frase ini karena salam dimaksudkan sebagai komunikas ringkas bukannya pembicaraan panjang.

Selanjutnya Rasulullah memberikan arahan memberi salam bahwa, orang yang berkendaraan harus memberi salam terlebih dahulu kepada pejalan kaki. Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk. Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak. Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal. Ketika pergi atau pulang ke rumah ucapkanlah salam meski tak seorang pun ada di rumah (malaikat akan menjawabnya).

Alangkah indahnya ajaran agama ini. Sungguh beruntunglah orang yang menjadi pengikut setia Rasulullah Muhammad saw. Karena telah ditanamkan dalam hati sanubari sifat saling menyelamatkan di dunia sampai akhirat. Semoga Allah Swt. menganugerahi kita kesanggupan untuk melaksanakan pengucapan salam semangat Islami yang lurus di dalam hidup kita sehari-hari. Dan dengan melaksanakannya menumbuhkan kasih sayang dan persatuan di antara sesama. Amin.


Penulis: Sage al Banna, S.Ag., M.Pd.

 

Previous PostMEMUKAU. RANGKAIAN KEGIATAN ISRA’ MI’RAJ DIPERANKAN OLEH ANAK DIDIK TK ISLAM ATHIRAH 1
Next PostSMP Islam Athirah 1 Makassar Lepas 7 Peserta Studex Nasional dari Labschool Kebayoran Jakarta