image

Perjalanan Projek Gaya Hidup Berkelanjutan Di SMP Islam Athirah 1 Makassar

Pada tahun ini SMP Islam Athirah I Makassar ditetapkan sebagai sekolah penggerak, dan mulai menggunakan kurikulum merdeka untuk angkatan kelas 7 tahun ajaran 2022/2023. Salah satu bentuk implementasi kurikulum merdeka adalah dengan adanya proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). P5 termasuk kegiatan intrakurikuler dan masuk ke dalam sruktur kurikulum. Secara teknis pelaksanaannya di SMP Islam Athirah 1 Makassar menerapkan jam P5 pada pembelajaran reguler atau dengan kata lain P5 masuk ke dalam roster harian.

Jam P5 pada roster ada yang dilaksanakan secara serentak pada empat kelas di kelas 7, dan ada pula yang tidak dilaksanakan serentak. Jam P5 yang serentak (selanjutnya dinamakan P5 paralel) dilaksanakan setiap hari senin dan rabu pukul 13.50 sampai dengan 15.40 WITA. Adapun jam P5 yang tidak dilaksanakan serentak (untuk selanjutnya dinamakan P5 mandiri) dilaksanakan pada hari selasa untuk kelas VII Ibnu Khaldun dan Al Khazin, serta hari kamis untuk kelas VII Omar Khayyam dan Ibnu Al Haitsam.

Proyek pertama P5 mengusung tema Gaya Hidup Berkelanjutan, dengan sub tema Save Our Water Resources. Tema ini dilipih mengingat Makassar merupakan kota besar yang kaya akan sumber daya perairan seperti sungai, danau, dan laut. Sumber daya perairan ini seharusnya bisa menjadi aset daerah dan dapat dimanfaatkan baik di bidang pariwisata, transfortasi, dan bidang perekonomian. Akan tetapi sangat disayangkan kondisi perairan Makassar saat ini kian memburuk. Banyaknya sampah dan limbah di perairan menimbulkan berbagai masalah. Hal inilah yang melatar belakangi proyek pertama P5 di SMP Islam Athirah 1 Makassar.

Proyek pertama P5 ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik akan pentingnya melesarikan sumber daya perairan untuk keberlanjutan kehidupan, dan untuk selanjutnya peserta didik dapat melakukan aksi nyata sebagai wujud kesadarannya. Untuk tercapainya tujuan tersebut tentu saja diperlukan tahapan-tahapan. Dimulai dengan membuka mindset peserta didik melalui kegiatan seminar yang diselenggarakan pada bulan Agustus 2022.

Kegiatan seminar saat itu menghadirkan pakar lingkungan hidup, Dr. Salma dari Universitas Negeri Makassar. Kegiatan seminar berjalan secara interaktif dan terjadi diskusi serta kolaborasi di antara pemateri serta antar peserta didik. Output dari kegiatan ini adalah peserta didik lebih peka terhadap permasalahan perairan di Kota Makassar, kemudian merumuskan permasalahan tersebut dalam sebuah karya tulis ilmiah sederhana.

Rangkaian kegiatan lainnya adalah kegiatan fieldtrip ke Pusat Pendidikan LIngkungan Hidup (PPLH) Puntondo, di Kabupaten Takalar. Pada kegiatan fieldtrip tersebut peserta didik tidak hanya melakukan pengamatan ekosistem saja, tetai juga melaksanakan beberapa kegiatan terkait project mereka, diantaranya yaitu melakukan penanaman mangrove, presentasi karya tulis ilmiah, dan juga kegiatan aksi bersih pantai. Beragam hasil pengamatan dan kegiatan mereka dokumentasikan dalam bentuk foto dan video.

Setelah kegiatan fieldtrip berlangsung, kegiatan P5 berikutnya adalah perencanaan dan pembuatan produk terkait projek, dimana setiap kelompok akan memilih kosentrasi pemilihan sub tema projeknya. Ada kelompok yang fokus pada kerajinan eceng gondok, ada yang mendaur ulang sampah plastik dan sterofoam, dan ada pula yang memilih projek penjernihan air. Pembuatan produk berlangsung sekitar satu bulan. Produk yang dihasilkan beserta dokumentasi kegiatan selanjutnya akan dipamerkan.


Laporan : Rini Budiarti (TIM Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Previous PostAyu Wandani Bawa SMA Islam Athirah Bone Boyong Juara1 lomba Muslimah Event Cabang Musabaqah Hifzhil Qur”an 10 Juz tahun 2022
Next PostSMP Islam Athirah 1 Makassar Gelar Panen Karya Profil Pancasila dengan Tema Gaya Hidup Berkelanjutan