SMP Islam Athirah 1 Makassar Turut Andil pada Pelatihan Literasi di Balai Bahasa 2021
SMP Islam Athirah 1 Makassar
meramaikan pelatihan literasi yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi
Sulawesi Selatan, Senin (15/11) secara luring. Dengan mengangkat tema “Gerakan
Literasi Nasional Melalui Praktik Baik Literasi Siswa Se-Kota Makassar.”Acara
ini dihadiri oleh perwakilan siswa dari 10 sekolah dengan masing-masing
menghadirkan 2 siswa dan 1 guru pendamping.
Acara ini dibuka oleh Kepala
Balai Bahasa Sulawesi Selatan Dra. Zainab, M.Hum. Beliau menyampaikan bahwa literasi
itu tidak hanya baca tulis saja tetapi sekarang maknanya lebih luas. Literasi
itu bukan hanya di sekolah, namun di rumah tempatnya literasi yang harus
ditanamkan dalam keluarga. Ranah keluarga di rumah dengan memberi contoh
membiasakan membaca oleh ayah dan bunda kepada anak-anaknya sejak dini. Tujuan
literasi salah satunya adalah membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat
dengan cara membaca. Mendapatkan ilmu yang bermanfaat dimulai dari ayunan
sampai ajal menjemput.
Beliau menutup sambutannya dengan
mengutip sabda Rasulullah: “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang
lahat.”Betapa pentingnya ilmu bagi seseorang. Dengan banyak membaca, maka ilmu
seseorang akan bertambah. Dengan bertambahnya ilmu, kita dapat menuangkan ide
dalam sebuah tulisan dengan literasi
menulis. “Semoga terlaksananya acara ini, saya berharap siswa dapat meningkatkan
kemampuan literasinya dan dapat berkarya.” tuturnya.
Acara ini dipandu oleh Muhammad
Renaldi Pratama,S.I.Kom., sebagai moderator. Renaldi adalah Duta Bahasa
Nasional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 2019. Menurutnya Duta Bahasa
Sulselbar menjadi mitra aktif dalam mendukung setiap kegiatan yang diadakan
oleh Balai Bahasa Sulawesi Selatan, baik tingkat kota, provinsi, regional,
maupun nasional.
Pada kesempatan ini, Balai Bahasa
Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan duta-duta bahasa seperti halnya
moderator yang programnya berfokus kepada pengabdian masyarakat. Duta Bahasa sebagai mitra Balai Bahasa telah
melaksanakan beberapa program literasi. Yang pertama adalah tebar kasih dan
tebarkan inspirasi bersama Duta Bahasa yang disingkat dengan kata Teka-Teki
Bahasa yang berfokus kepada pengenalan literasi untuk anak-anak lapas. Yang
kedua adalah Kuis Bahasa yakni program kerja pengenalan Trigatra Bangun Bahasa
dengan tiga poin penting. Ketiga poinnya yaitu Pengutamaan Bahasa Indonesia,
Pelestarian Bahasa Daerah, dan Penguasaan Bahasa Asing.
Hari pertama pelatihan ini menghadirkan
sosok Darmawan Daeng Nassa yang merupakan Bapak Literasi Rumah Hijau di
kabupaten Gowa. Beliau mengungkapkan tujuan literasi agar individu mampu
menerapkan keahlian yang dimiliki dalam kehidupan. Menurutnya literasi adalah
kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skil yang dimiliki
untuk menghadapi tantangan dalam hidup. Literasi dasar sebagai kecakapan hidup
terbagi atas literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi
finansial, literasi digital, dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Lebih
lanjut beliau menjelaskan keterampilan abad 21 yang harus dimiliki oleh
seseorang yakni kreativitas, pemecahan masalah, berpikir analisis,
berkolaborasi, komunikasi, dan etika.
“Jadilah kalian orang baik. Pergunakan kelebihan yang Allah berikan kepada diri kita untuk berliterasi dengan bermanfaat bagi orang lain. Gunakan segenap potensi dan skil yang dimiliki dalam hidup untuk kebaikan. Jadikan mimpi, alur, kerja keras, do’a, ikhlas, dan tawakkal dalam menjalani kehidupan ini.” pesannya.

