SMP Islam Athirah 1 Makassar Hadirkan Dokter Spesial Gizi dan Widyaswara BKKBN pada Seminar Kesehatan Remaja
Masa remaja merupakan masa pencarian jati dirinya. Masa
remaja dianggap sebagai masa yang paling
sehat secara fisik. Padahal, remaja adalah masa yang paling rawan secara
psikologis dan sosial serta dapat memberi dampak pada kesehatan fisiknya.
Besarnya pengaruh lingkungan sekitar pada remaja mulai dari orang tua,
keluarga, sekolah, dan teman sebaya sangat berperan dalam kesehatan remaja
secara keseluruhan.
SMP Islam Athirah 1 mengadakan
seminar Kesehatan Remaja, Selasa (18/01/2022) dengan menghadirkan nara sumber
seorang dokter spesial gizi klinik yakni dr. Andi Faradilah,SpGK. dan Utami
Setyorini, widyasiswara BKKBN Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan
secara semifirtual yang dimulai pukul 08.00-11.00 Wita. Seminar ini bertempat
di Auditorium Sekolah Islam Athirah yang diikuti oleh siswa kelas 8, perwakilan kelas 7 dan 9 yang didampingi oleh
Bapak dan Ibu guru.
Sebelum acara dimulai diadakan
pengukuhan Pengurus siswa Kader Kesehatan Remaja (KKR) dan Pusat Informasi
Konseling Remaja (PIKR). KKR bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar,
Unicef, Jenewa Madani Indonesia, dan PKM
Makkasau. KKR terbentuk dengan tujuan sebagai penyambung informasi
kepada teman-teman di lingkungan sekolahnya untuk selalu mengkonsumsi makanan
bergizi dan sadar akan lingkungan bersih.
Sedangkan PIKR bekerjasama dengan
instansi Dinas Keluarga Berencana Kota Makassar. Tujuannya adalah siswa-siswi mampu
menjadi konselor sebaya bagi
teman-temannya terkait masalah yang dihadapi di masa remaja seperti pergaulan
bebas, kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, , nafsa, dan
HIV/ADS)
Menurut Ketua panitia Titi
Mirawati Asim,M.Pd,, menyatakan rasa syukur Alhamdulillah kegiatan ini dapat
berjalan aman dan lancar. Walau pandemi masih melanda negeri kita, namun
aktivitas untuk melakukan suatu kegiatan yang bermanfaat bagi siswa tidak
membuatnya patah arang. Dukungan dari pihak sekolah membuatnya tetap semangat untuk
melakukan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat
bagi siswa, karena dari seminar ini siswa mendapatkan informasi tentang makanan
sehat dan dampak negatif makanan junk food atau siap saji. Juga pengetahuan menjaga
pergaulan agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan.” ungkapnya
Pada materi pertama dijelaskan
Gizi pada remaja oleh Andi Faradillah. Ada sepuluh pedoman gizi yang seimbang
pada remaja yang harus diperhatikan. Pertama adalah makanan bervariasi, kedua
membatasi makanan manis, asin, dan berlemak. Ketiga lakukan aktivitas fisik
secara rutin. Keempat makan makanan yang mengandung protein. Kelima adalah membiasakan
cuci tangan. Keenam jangan lupa sarapan sebelum memulai aktivitas. Ketujuh minum
air putih yang cukup. Kedelapan banyak makan sayur dan buah. Kesembilan membaca
label kemasan makanan. Dan yang kesepuluh jangan lupa bersyukur.
Selanjutnya pada materi kedua oleh
RR Utami Setyorini dengan materi tentang Pergaulan Remaja. Inti pada materi ini
menekankan perilaku beresiko pada remaja yang mengacu pada segala sesuatu yang
berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan adaptasi sosial remaja,bahkan
yang membahayakan nyawa. Contohnya merokok, miras, membolos, narkoba, seks
pranikah, mencuri, tawuran, dan kebut-kebutan.
“Ada beberapa faktor mengapa usia
remaja merupakan usia yang paling banyak berperilaku beresiko. Pertama karena perkembangan
pesat pada dirinya namun belum mampu menimbang stimulan dan dorongan. Kedua fungsi
otak berkembang optimal di usia 14 tahun, namun fungsi “eksekutif” menakar
resiko jangka panjang belum terjadi. Ketiga pengaruh sebaya, ikut-ikutan, ingin
dianggap keren, ingin menjadi bagian kelompok, dan ingin diakui.” tuturnya
Lebih lanjut Fajaruddin,S.Pd.,
sebagai guru Bimbingan Konseling menyampaikan ada beberapa cara yang perlu
dilakukan untuk menghidari pergaulan bebas. Dengan memperkuat pendidikan agama,
membentuk karakter yang positif, memilih teman yang bisa memberikan pengaruh
positif, mempererat hubungan orang tua dan anak, serta memberikan pendidikan
seks pada remaja lebih dini.
Laporan : Hasniwati Ajis (Tim Web
SMP Islam Athirah 1 Makassar)

