image

Kick off GEMA Hadirkan Tokoh Literasi SulSel pada Forum Jum'at SIA

Jum’at (27/08/2021) SMP Islam Athirah 1 mengikuti forum jum’at yang diadakan oleh Sekolah Islam Athirah dengan tema “Menggemakan Ide lewat kata” yang dihadiri oleh Direktur, Kepala Departemen, Pimpinan, Bapak/ibu guru, dan karyawan Sekolah Islam Athirah yang dilaksanakan secara virtual zoom. Bersama moderator Sabrianti A,M.Pd., forum jum’at ini menghadirkan seorang tokoh penggagas  “Gerakan Indonesia Membaca dan Menulis” yang sangat menginspirasi yaitu Bapak Bachtiar Adnan Kusuma yang merupakan seorang tokoh literasi Sulawesi Selatan dan seorang motivator yang lahir di Makassar pada tanggal 14 Oktober 1970.

Bachtiar memaparkan membangun kebiasaan menulis adalah mendahulukan kebiasaan membaca. Konteks menulis tidak bisa kita tanggalkan dari membaca karena membaca dan menulis adalah hal yang  berpasangan. Membaca dan menulis merupakan suatu ekosistem yang tidak bisa dipecah-pecah karena saling terkait. Menulis sesungguhnya semudah membaca begitu pun sebaliknya membaca semudah dengan menulis.

Menulis adalah sebuah pilihan hidup yang perkembangannya perlu ada forum untuk memproklamirkan apa yang kita tulis dan apa yang kita baca. Sesungguhnya menulis itu adalah ibadah karena dengan menulis kita bisa menyampaikan kebaikan. Penggagas Perpustakaan Lorong Kota Makassar ini lebih lanjut menjelaskan untuk menjadi seorang penulis kita harus memulai dengan kecerdasan dengan membaca. Minimal kita membaca buku 15-20 menit dalam sehari. Ketika kita menulis maka akan memiliki kosa kata yang cukup yang didapatkan dari membaca. Kecerdasan yang dapat diraih dengan membaca buku setiap hari, karena 1 menit kita membaca buku maka akan menguasai 300 kata. Dengan membaca buku 15 menit/hari dan seterusnya maka seorang penulis akan memiliki kosa kata yang cukup banyak untuk dituangkan dalam sebuah tulisan. Modal kecerdasan harus kita miliki sebagai kata kunci atau kata pamungkas untuk bisa menulis.

Selanjutnya adalah menjaga motivasi untuk berkembang adalah dengan menciptakan mitra-mitra untuk berdiskusi mengembangkan tulisan. Bakat menulis tidak selamanya dimiliki seseorang, namun pengaruh lingkungan menjadi salah satu faktor untuk memunculkan bakat seseorang. Lingkungan merupakan salah satu faktor penentu untuk berhijrah ke keterampilan dan berkreativitas untuk mengembangkan bakat seseorang.

Menulis semudah dengan membaca dan membaca semudah dengan menulis. Seorang penulis jangan pernah berpikir bahwa menulis itu tidak memerlukan kompatibel. Sesungguhnya untuk melahirkan sebuah buku adalah harus memulai. Ide dan gagasan yang ada dalam pikiran kita tidak akan berdaya dengan baik bila tidak  diwujudnyatakan dalam sebuah tulisan dalam sebuah karya nyata.

“Kunci dari menulis adalah memulai. Bagaimana memulai menulis ? menulislah apa yang ingin anda tulis, tuliskan pikiranmu dan juga idemu. Kata kunci menulis adalah jangan cepat  putus asa. Yang harus dihindari dalam menulis adalah rasa malas dalam menekuni dunia tulis menulis. Sesungguhnya penulis itu adalah manusia-manusia pilihan dan menjadi penulis itu adalah sebuah pilihan. Penulis merupakan keabadaian dalam abadi yang akan dikenang dalam sejarah, bekal untuk akhirat karena dengan tulisan kita bisa berdakwah, dan menulis buku melawan kebodohan karena dengan membaca buku seseorang akan tahu apa yang sebelumnya tidak diketahui.”tegasnya

Penulis : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Previous PostRahma Aulia: Mentas ke Tingkat Nasional, Mimpi Siswa SMP Islam Athirah Bone Yang Jadi Kenyataan di FLS2N 2021
Next PostMukilas SMP Islam Athirah Bone 2021 Tetapkan Ketua OSIS SMP Periode 2021/2022