image

Talkshow ”Fun and Meaningful Online Learning Process”, SD Islam Athirah 1 Makassar Hadirkan Kepala TK sebagai Pembicara

SD Islam Athirah 1 adakan talkshow dengan temaFun and Meaningful Online Learning Process” dengan menghadirkan narasumber hebat, Jumat(9/4/2021).

Tujuan talkshow ini diadakan adalah ingin berbagi tips bagaimana menciptakan pembelajaran yang menarik di kala pandemi. Menariknya opening speech yang biasanya dilakukan oleh Kepala sekolah, namun kali ini  diwakili oleh Muhammad Kiral, siswa kelas 3. Dalam pidatonya ia mengatakan sebuah sekolah hebat karena siswanya hebat. Siswa - siswi hebat karena guru-gurunya hebat. Dan guru- guru hebat karena kepala sekolahnya hebat.

Kegiatan ini diisi oleh narasumber yang berasal dari beberapa kepala TK ternama di Makassar yang dipandu oleh Mam Dewi selaku moderator. Diantaranya Hardianti Akmar, S.Pd (Kepala TK Kidea), Musfaidah Dwi Zulfausi, S.Pd (Kepala TK Kharisma), Nurhayati S.Pd (Kepala TK Montessori School) dan Martin Greylin (EF Pricipal).

Musfaidah mengatakan saat pembelajaran tatap muka dihentikan dan dilanjutkan dengan pembelajaran dari rumah awalnya shock, butuh penyesuaian bagi siswa, orang tua dan sekolah.

 “Pertama  yang dilakukan adalah memberikan informasi belajar online. Belajar menggunakan aplikasi online untuk pembelajaran. “Menjaga jam biologis siswa yang utama sehingga tetap merasakan sama dengan belajar di sekolah.  Belajar melalui aplikasi zoom dan kami pun membuat video pembelajaran agar memudahkan siswa. Sebelum memulai kegiatan, diberikan aktivitas seperti ice breaking dan games,’’tambahnya.

Disamping itu kepala Sekolah Kidea, Miss Dian mengutarakan ,’’This online learning is difficult and challenging.  But, we are ready in facing the online learning. “Kami telah siap dengan pembelajaran secara online dengan video yang pembelajaran yang telah tersedia. Sehingga dapat digunakan saat pembelajaran via zoom. We create fun learning such as online fieldtrip, cooking and picnic.  And also, there is weekly report for parents.  Thus, they can know their children improvement,’’ tutup miss Dian

Dilanjutkan dengan pembicara yang ketiga, Miss Ati selaku Kepala Sekolah Montessori menyatakan terdapat  dampak positif dan negatif terhadap online learning ini. “Dampak negatifnya yaitu siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi dan kurangnya interaksi sosial diantara sesama teman guru. Sebaliknya memberikan dampak positif yaitu adanya kolaborasi antara guru dan orang tua, anak-anak mengenal dunia teknologi dan membuat gurunya semakin kreatif”,’’ujar Miss Ati

Dilanjutkan narasumber terakhir, Mr Martin selaku principal EF mengungkapkan  pembelajaran dari online ke offline harus tetap menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. ’We have different method in teaching  because students learn audios and visually. For the teachers, EF gives training in applying the system for online classes. So it will create very interactive learning,’’ He said. 

“Akhir kata beliau mengungkapkan terdapat tantangan juga, karena yang dulunya belajar di ruang kelas namun saat bulan Maret sampai saat ini, kami harus menyesuaikan secara online dengan tetap memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa kami,”tutupnya.

Penulis : Rika Rahayu (Tim Web SD Islam Athirah 1 Makassar)


Previous PostYuk, Inti Keseruan Keseruan TK Islam Athirah 2 Menyambut bulan Suci Ramadhan
Next PostWow! Peserta Webinar Parenting SMA Islam Athirah 1 Makassar, Antusias Hingga Akhir