PAS Online SMA Athirah Bone: Siswa Ujian Akademik dan Kejujuran
Senin, 8 Juni 2020, menjadi sejarah baru di Sekolah Islam Athirah Bone.
Pasalanya siswa sedang mengikuti Penilaian Akhir Semester secara daring hingga
tanggal 12 Juni nanti. Hal terkait dengan sistuasi yang masih dalam kondisi
pandemi.
Mengawali kegiatan tersebut, semua siswa mengikuti apel pagi melalui google
meet. Pada apel tersebut, Syamsul Bahri,
selaku kepala Sekolah SMA Islam Athirah Bone, menyampaikan beberapa arahan
kepada siswa, terutama imbauan untuk melaksanakan ujian dengan penuh kejujuran.
“Kalian adalah siswa yang hebat,
yang penuh dengan ujian juga tantangan. Kali ini kalian akan mengikuti ujian,
ujian yang pegawasnya benar-benar diri kalian sendiri. Jika di sekolah memang selalu ujin tanpa pengawas, namun
kali ini yang dilakukan di rumah jauh
lebih tinggi lagi levelnya. Godaan untuk bersikap tidak jujur akan lebih
banyak. Di snilah kesempatan untuk membuat diri kalian jauh lebih kuat.”
Betapa tidak, selama ini Athirah Bone memang memiliki budaya ujian tanpa
pengawas. Siswa mengerjakan soal dan kunci jawaban tersedia di atas meja.
Pengawas hanya membagi dan mengumpulkan jawaban. Sebelum dikumpulpun siswa
diberi kepercayaan untuk memeriksa sendiri ujiannya berdasarkan kunci yang diberikan
sebelumnya. Keadaan yang tentunya mengandung banyak godaan. Siswa bisa saja
tidak jujur. Namun, kali ini dengan ujian dilakukan di rumah, kesempatan tidak
jujur lebih terbuka lebar lagi pun godaan yang ada. Mereka bisa saja diskusi
atau browsing sesuka hati. Di sinilah mereka secara tidak langsung juga
mengikuti ujian kejujuran.
Namun sebagai bentuk penguatan, setelah
apel virtual, siswa kemudian diminta mengikrarkan pakta integritas. Ini pun
merupakan salah satu hal menarik karena
siswa berikrar dipandu oleh orang tua masing-masing. Orang tua
membacakan lalu siswa mengikuti.
Pakta integritas yang diikrarkan tersebut berisi lima poin yang
keseluruhannya mengarah pada pernyataan kesanggupan untuk mengikuti ujian
dengan penuh kejujuran. Dalam proses ujian yang dilaksanakan, siswa mengerjakan
soal melalui platform google formulir. Walas membagikan link google form yang
berisi soal menjelang ujian dimulai lalu siswa mengerjakannya dalam durasi satu
jam.
Hingga memasuki hari ke dua, ujian berlangsung degan
lancar begitupun dengan kejujurannya. Sesekali
hanya ada laporan terkait kendala
internet yang kurang lancar hingga terlambat
mengerjakan. Namun demikian, siswa tetap mengumpulkan ujian dan mengerjakannya
dengan penuh kejujuran. Orang tua pun benar-benar memberikan dukungan dan ikut
panik jika jaringan internet lagi bermasalah. Hal ini semua tersampaikan
melalui komunikasi walas dengan orang tua siswa yang terlajalin aktif.
Pada hari terakhir ujian nantinya, orang tua siswa diminta mengirim laporan
pelaksanaan ujian yang dilakukan siswa dari rumah. Laporan yang dibuat layaknya
berita acara pelaksanaan ujian ketika di sekolah. Ini semua sebagai wujud
dukungan orang tua atas kegiatan siswa di samping sebagai penguatan pelaksanaan ujian yang
penuh kejujuran. Ujian yang tak hanya menguji pemahaman, tapi juga kejujuran.

