Raffa Alfatah Pane, Siswa SD Islam Athirah 1 Makassar Juara 3 Spelling Bee Competition di Novotel Makassar
Keterampilan Bahasa Inggris merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu, sekolah-sekolah khususnya sekolah swasta berupaya untuk memfasilitasi para siswa untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Salah satunya dengan mengikutkan mereka dalam berbagai ajang kompetisi Bahasa Inggris. SD Islam 1 Makassar termasuk yang bersemangat dalam hal ini. Seperti pada Sabtu (30/10/2021), SD Islam Athirah 1 Makassar mengutus lima orang siswanya untuk mengikuti perlombaan spelling bee. Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak Novotel Makassar bekerja sama dengan lembaga kursus Bahasa Inggris EF Makassar. Spelling bee competition yang mengangkat tema A Child with Nobel Heart ini berlangsung dari pukul 15.00 hingga pukul 19.30 WITA.
Lima orang peserta dari SD Islam Athirah 1 Makassar yaitu; Freya Aninditha Syarafana Iqbal (5 Al Mughniy), Faradiza Alya Daima (5 Al Mughniy), Zaki Al Arsyad Putra Maretzki (5 Al Mughniy), Raffa Alfatah Pane (4 Al Hayyu), Muhammad Kiral Putra Taufik (4 Al Haqqu). Pada babak penyisihan, kelima peserta tersebut berhasil maju ke babak semi final. Persaingan di babak semi final cukup ketat, sehingga yang berhasil melewatinya adalah Freya Aninditha dan Raffa Alfatah. Keduanya dapat melaluinya dengan baik, dan pada babak final Raffa Alfatah Pane berhasil meraih juara tiga.
Kelima peserta tersebut didampingi oleh orangtuanya masing-masing serta dua guru Bahasa Inggris dan satu guru wali kelas. Ketika ditanya tanggapan mereka tentang keikutsertaan anak-anak mereka, para orangtua mengaku sangat senang dan bangga melihat anak-anak mereka bisa tampil dan bersaing dalam ajang perlombaan spelling bee tersebut.
Dwi Azmiyana, S.S selaku guru Bahasa Inggris yang mendampingi peserta dalam perlombaan ini mengaku bersyukur melihat semangat para peserta. “Alhamdulillah antusias anak-anak sangat besar mengikuti lomba spelling ini. Saya berharap dengan keikutsertaan mereka dalam lomba ini dapat mengembalikan semangat mereka dan dapat memberikan pengalaman berarti dalam mengikuti lomba bahasa Inggris”, tuturnya.
Saat ditanya tentang persiapan sebelum mengikuti lomba, guru yang akrab disapa Ms. Dwi ini menjelaskan bahwa peserta mengikuti seleksi oleh sekolah melalui quizizz kemudian yang lolos diberikan latihan spelling di sekolah dan simulasi lomba spelling bee via zoom. Beliau menambahkan bahwa latihan ini bertujuan agar peserta dapat mengetahui proses lomba yang akan dihadapi nantinya. “Saya juga berharap ke depannya anak-anak dapat dipersiapkan lebih maksimal lagi untuk mengikuti lomba-lomba berikutnya. Tidak hanya lomba spelling bee tetapi juga lomba bahasa Inggris lainnya,” harapnya.

