image

3 Pekan Belajar di Rumah, Begini Tanggapan Orang Tua Peserta Didik Sekolah Islam Athirah

Wabah virus corona di Sulawesi Selatan semakin memprihatinkan. Sejumlah langkah pencegahan dilakukan oleh pemerintah provinsi, di antaranya meliburkan seluruh aktivitas di lingkungan sekolah hingga 17 April mendatang.

Merespons hal tersebut, Direktur Sekolah Islam Athirah juga mengeluarkan surat edaran terkait perpanjangan masa Learn From Home (LFH) bagi peserta didik dan Work From Home (WFH) bagi guru dan karyawan. Dalam surat bernomor 1649/SIA/DP/2020 itu disebutkan bahwa masa LFH dan WFH diperpanjang hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

Selama masa LFH dan WFH, aktivitas pembelajaran di sekolah Binaan Kalla Group ini tetap berlangsung, namun hal tersebut dilaksanakan dari jarak jauh, dari rumah masing-masing peserta didik dan guru secara daring dengan menggunakan berbagai platform media pembelajaran daring.

Kepala Departemen Kurikulum, Saharuddin, S.Pd. mengatakan bahwa LFH dan WFH selama tiga pekan terakhir berjalan dengan optimal. Menurutnya, hal tersebut berjalan optimal karena penguasaan teknologi oleh guru dan peserta didik sudah sangat baik.

“Work From Home dan Learn From Home tiga minggu ini berjalan dengan optimal, tidak ada kendala berarti baik dari segi infrastruktur teknologi digital (gadget, device, internet, server, aplikasi) maupun dari segi penguasaan teknologi, termasuk pelaksanaan pembelajaran baik oleh guru, karyawan, peserta didik, maupun orang tua peserta didik.” kata Sir Didin (sapaan Saharuddin) dalam keterangan tertulisnya via WhatsApp, Jumat (3/4/2020).

Lebih jauh Sir Didin menambahkan bahwa optimalnya pelaksanaan pembelajaran secara daring tersebut adalah bukti bahwa literasi digital di Sekolah Islam Athirah juga sudah sangat baik. Ia mengurai, hal tersebut adalah modal besar pada masa mendatang.

“Hal ini membuktikan bahwa literasi digital di Athirah sudah on the track. Literasi digital yang baik ini tentu adalah modal besar untuk mengoptimalkan belajar dan bekerja dari rumah seperti saat ini maupun di masa-masa mendatang saat digitalisasi semakin berkembang.” urai Sir Didin.

Meski demikian, ia berharap situasi dan kondisi saat ini segera membaik. “Semoga pandemik covid-19 segera berakhir dan kita kembali ke sekolah dan berkantor lagi dengan membawa oleh-oleh pengalaman work and learn frome home.” tutupnya.

Sementara itu, pelaksanaan LFH dan WFH turut ditanggapi oleh orang tua peserta didik. Salah satu orang tua peserta didik SMA Islam Athirah, Novita Munassar mengungkapkan bahwa ada banyak hal bermakna yang didapatkan peserta didik dan orang tua melalui layanan LFH dan WFH  tersebut.

“Mereka (peserta didik) tentu akan lebih menyadari makna sekolah buat mereka, makna perlunya hubungan sosial yang baik bersama guru, lebih menyadari sistem pembelajaran buat mereka sendiri, lebih menyadari tanggung jawabnya sebagai peserta didik.” ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp.

“(Dengan LFH ini) orang tua juga menjadi lebih menyadari betapa peranan sekolah dan guru, sangatlah besar dan tidak mudah, orang tua juga akan menyadari sudah sejauh mana rasa tanggung jawab dan kemandirian anak-anak.” tutup Novita yang juga Ketua BMJ SMA Islam Athirah 1 Makassar.

Previous PostKerja Sama Sekolah Islam Athirah - Gamasi FM Adakan Pembelajaran Live Interaktif
Next PostPekan ini, Siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga Dapat Tugas Buat Vlog