Opini: Efektivitas Learn From Home Versi Sekolah Islam Athirah
Oleh:
Excelsia Ramadhany Hasrullah
Center
of Information Officer Sekolah Islam Athirah
Wabah dari
Covid-19 saat ini sangat mengkhawatirkan kita semua. Sudah banyak korban jiwa
yang terinfeksi dari virus covid-19, mulai dari negara maju hingga negara
berkembang pun terkena imbas dari virus ini. Sudah banyak negara yang mengamandemankan aturan
untuk negaranya. Salah satunya negara Rusia yang sudah menetapkan aturan yang
sangat ketat jika dengan sengaja menghancurkan system karantina yang
menyebabkan bertambahnya korban yang terinfeksi virus ini. Pemerintah Rusia
juga sudah memberlakukan system Work From
Home yang mengharuskan semua kantor pemerintah dan swasta bekerja dirumah.
Namun, gaji mereka pun tetap berjalan tanpa ada potongan gaji sepeser pun.
Selain itu, pemerintah Rusia juga sudah mengharuskan meliburkan sekolah untuk
mengurangi aktivitas diluar.
Saat
ini WHO sudah menetapkan beberapa kebijakan untuk memitigasi wabah covid-19. Salah
satunya adalah meliburkan sekolah atau lebih dikenal saat ini dengan sebutan Learn From Home. Meliburkan sekolah
merupakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah harus
memastikan adanya kesepakatan pembelajaran antara guru, siswa dan orang tua.
Selama beberapa pekan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan, para siswa
diizinkan untuk belajar dirumah secara online.
Kebijakan ini pun membuat lembaga pendidikan dan pemerintah harus bekerja sama untuk
menghadirkan suatu perangkat alternative guna mendukung proses belajar
mengajar.
Di
tengah pandemik ini, Sekolah Islam Athirah telah menerapkan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh
dengan menggunakan aplikasi online seperti Zoom,
Google Classroom, Google Meet, Whatsapp dan Telegram. Bahkan saat ini untuk mendukung proses belajar mengajar
yang efektif, Sekolah Islam Athirah bekerja sama dengan Radio GAMASI (105,9 FM)
untuk pembelajaran live interaktif yang telah terlaksana per tanggal 31 Maret
2020 pukul 10.00 – 11.00 WITA. Pembelajaran live interaktif ini berlaku untuk
semua unit mulai dari SD, SMP hingga SMA yang ada di Sekolah Islam Athirah.
Siswa
dituntut untuk belajar mandiri dengan didampingi oleh orang tua guna mengontrol
kegiatan siswa selama proses Learn From
Home. Kurikulum yang ditawar pun di desain sebaik mungkin dan bervariasi
agar siswa lebih mudah memahami pelajaran yang diajarkan oleh guru mata
pelajarannya. Absensi sebelum proses belajar mengajar dilakukan di grup Whatsapp yang telah dibuat oleh guru
mata pelajarannya, selain grup Whatsapp,
google classroom menjadi solusi terbaik agar proses belajar mengajar tidak
pasif.
Proses
Learn From Home tidak ada bedanya
dengan system belajar offline atau proses belajar dengan tatap muka secara
langsung, karena pemabelajaran berjalan dengan aktif dan sesuai dengan jadwal
pelajaran masing-masing. Pembelajaran dimulai pukul 08.00 WITA, para guru
menggunakan Google Meet untuk
berinteraksi langsung dengan siswa. Setelah 15 menit, guru biasanya memberikan
tugas mandiri yang bisa dikerjakan secara offline dan dikumpulkan setelah jam
mata pelajaran. Selain penugasan mandiri, guru terkadang memberikan quiziz,
kegiatan membaca hingga menonton video yang telah di share oleh guru mata pelajarannya. Disaat proses belajar mengajar,
orang tua wajib mendampingi anaknya sebagai pengganti guru dirumah. Biasanya
orang tua merekam kegiatan apa saja yang dilakukan anaknya seperti mengaji,
menghafal surah yang sudah ditugaskan, mengerjakan tugas hingga kegiatan sholat
dhuha dan wajib pun diabadikan untuk
dikirimkan ke guru wali kelas dan guru mata pelajarannya.
Bagi
siswa yang terlambat ataupun tidak hadir, langsung dikonfirmasi ke wali kelas
yang dibantu oleh guru BK. Kemudian, untuk siswa yang tidak hadir, terlambat
atau tida mengumpulkan tugas dari guru mata pelajaran maka akan tetap diberikan
perlakuan sebagaimana yang sering dilakukan di sekolah. Selama belajar dirumah,
pelajaran BK tentang Character Log juga
punya jam khusus untuk pendalaman karakter siswa selama di rumah. Guru BK tetap
melakukan pemantauan dan penguatan agar siswa tidak ada yang tidak mengikuti
pembelajaran.
Menurut Wardah, S.Pd selaku Sarpras
SMA Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga dan juga selaku ketua PPDB Penerimaan
siwa didik baru bahwa “Learn From Home di
Sekolah Islama Athirah sejalan dengan koordinasi dan pengawasan yang sangat
ketat dari kurikulum. Learn From Home jalan
bukan untuk menggugurkan kewajiban tetapi memang sebagai bentuk layanan kepada
siswa didik, karenanya Learn From Home ini
juga ada silabus khusunya. Konten materi di analisis dan di desain agar tetap
bisa terpenuhi meski kondisi sedang tidak normal.” tuturnya.
Learn
From Home versi Athirah di desain sebaik mungkin agar tidak membebani orang
tua dan siswa. Learn From Home di
Athirah sampai saat ini berjalan sangat efektif karna guru tetap mengontrol
tiap hari kegiatan yang dilakukan siswa. Dan orang tua pun berperan sangat
penting untuk membantu mengajarkan siswa dan mengontrol siswa.
Learn
From Home itu beratnya ada pada di bias jam kerjanya serta asumsi bahwa
kita belajar dirumah segalanya akan menjadi lebih santai, padahal sebenarnya
tidak. Dengan adanya kontrol ini sebagai pengaman supaya LFH tetap berjalan
dengan efektif dan nyaman. Jadi, meskipun #belajardirumahaja
harus tetap fokus dan semangat penjuang muda Indonesia!

