Gali Inspirasi Guru Mujahid Jadi Kajian Bulanan Guru dan Karyawan Athirah Bone
Program Kajian Bulanan Sekolah Islam Athirah di Wilayah Bone pada pekan terakhir di bulan September ini (24/9) mengangkat tema Guru Sebagai Mujahid yang digelar di Masjid Fatimah Kalla sesaat selepas Salat Jumat. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan tersebut Hadir sebagai pemateri, Pendiri Yayasan Al Barkah, Ustad Bakri, S.Pd.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci alquran dan terjemahannya oleh Bu Sumarni Bekka dan Bu Nurmalasari. Pada acara yang dipandu oleh Ustad Agus Salim tersebut kemudian dilanjutkan dengan open mind oleh Wakil Direktur Wilayah III, Syamsul Bahri, S.PdI.,M.Pd.
Di awal sesi ini, sosok yang berlatarbelakang Pendidikan Agama Islam tersebut menyampaikan Athirah Bone selama ini dikenal sebagai sekolah yang maju, Namun kemajuan itu tidak kemudian memunculkan rasa ujub di hati warganya. Athirah Bone harus jadi maju, tetapi dengan kerendahan hati.
pentingnya memperbaharui semangat dan niat sebagai tenaga pendidik. Menurutnya sebagai wilayah yang sangat personal, di dalam hati seorang guru harus memiliki keikhlasan sehingga perjuangannya dalam mendidik senantiasa dilandasi rasa iman dan berorientasi hanya untuk Allah Swt.
“Keikhlasan tidak semudah mengucapkan di lisan. Ini adalah ranah personal yang harus ada keikhlasan di dalamnya. Bila sudah ada ikhlas, maka perjuangan guru dalam mendidik senantiasa dilandasi rasa iman dan semata-mata berorientasi hanya kepada Allah Swt." Tegasnya.
Seluruh peserta kemudian aktif meyimak materi yang dibawakan oleh Ustad Bakri, S.Pd. sebagai pemateri. Pengajar yang merupakan tenaga pengajar di SMK TV Watampone tersebut berbagi pengalamannya selama menjadi guru dan perjuangannya mendirikan SMK TV di bawah naungan Yayasan Al Barkah yang dibangunnya.
Berbagai masalah dan rintangan yang dialaminya selama ini ternyata tidak menyurutkan niatnya untuk membangun sebuah lembaga pendidikan yang mempu mengakomodir anak-anak di lingkunganya di Kading, Kec. Awang Pone, Kab.Bone.
Menurut sosok yang sejatinya mengajar bahasa Indonesia tersebut apa yang dilakukannya selama ini bukanlah karena ingin menjadi populer di dunia, tetapi ingin popoler di penduduk langit sehingga ruh pendidikan tetap dijaga, yakni tanpa pamrih.
Sesi tanya jawab kemudian berlangsung dengan masing-masing pertanyaan dari satu guru perempuan dan satu guru laki-laki. Acara kemudian ditutup tepat pukul 15.00 yang kemudian dilanjutkan dengan salat Ashar berjamaah.
Kajian Bulanan merupakan program Sekolah Islam Athirah dilaksanakan di masing-masing wilayah. Acara ini menghadirkan pemateri-pemateri inspiratif dari eksternal sekolah setiap bulannya. Selain sebagai wadah menimba ilmu, penyegaran semangat belajar mengajar, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahim guru dan karyawan sekolah Islam Athirah. Nurholis_Tim Athirah Web (ig: @nurholismuh)

