Hebat, Siswa SD Islam Athirah 1 Makassar Menjadi Narasumber Cilik di Launching Program Guardian of the Earth
Sebagai bentuk peduli terhadap kelestarian lingkungan SD Islam Athirah 1
Makassar membuat suatu proyek bernama Guardian of the Earth. Tepatnya Kamis, 10
September 2020 Launching program Guardian of the earth dilangsungkan. Kegiatan
dilakukan secara virtual yang diikuti 260 siswa siswi beserta bapak/ibu guru
Sekolah Islam Athirah. Kegiatan ini adalah kerjasama dengan Tim Bumi Inspirasi
di kota Bandung. Aman Uppi selaku wakil
direktur Sekolah Islam Athirah memberikan dukungan terhadap program terbaru dan
pertama di sekolah wilayah Sulawesi Selatan.
Kegiatan launching ini di awali dengan nyanyian merdu oleh Putri
Yulianda, dilanjutkan pembacaan surah Al Mutaffifin yang dibawakan oleh Gibran,
Aufa dan Khansa dengan menggunakan metode kaisa. Tak luput Doa oleh Ust. Harfan
agar kegiatan ini bernilai ibadah dan memberikan dampak yang positif bagi diri
dan lingkungan.
Aswar mengatakan kita sebagai manusia adalah Khalifah dimuka bumi.
Sesuai dengan harapan sekolah untuk berbudaya sehat sehingga dengan program ini
mari kita menginspirasi anak-anak untuk mencintai bumi,’’tandasnya ketua
program Guardian of the Earth.
Terdapat 4 Narasumber cilik yang
hebat dan kreatif yang dipandu oleh Saudia sebagai moderator. KangPisMan, kurangi penggunaan plastic
yah, jangan lupa bawa botol air minum kemana-mana. Pis, pisahkan sampah organic, non organic dan sampah yang
mengandung B3. Man, manfaatkan barang
bekas menjadi kerajian,’’imbuhnya Farah penulis cilik menjelaskan program
KangPisMan.
Narasumber kedua, Zahwa menjelaskan peduli lingkungan dimulai dengan
membawa tumbler kemana-mana, membawa tas kain dan mengolah sampah dengan memisahkan
sampah organik dan non organik. Baiknya mengolah sampah organik menjadi pupuk
kompos,’’tandasnya siswi peduli lingkungan Sd Islam Athirah 1 Makassar.
Silmi dan Aslam pelajar dari Cilacap merupakan alumnus SD Islam Athirah
1 memperlihatkan berbagai karya dari bahan bekas. Salah satu mahkota indah yang
dikenakan. Mahkota ini terbuat dari sendok bekas yang diwarnai, cotton bud,
kardus dan kain sisa,’’Ujar Silmi narasumber ketiga yang sangat menginspiratif
Aslam menambahkan kalau punya kardus bekas, kaleng dan botol bekas jangan dibuang kita harus
daur ulang menjadi mainan dan bisa tempat menyimpan koin.
Sesi terakhir dilanjutakan dengan Narasumber Keira dan Neira. Mereka merupakan pelajar di Australia yang juga turut bergabung di kegiatan ini. Di sesinya mereka memperlihatkan bibit tanaman yang ditanam menggunakan cangkang telur
bekas. Cangkang telur sangat baik karena mengandung kalsium dan baiknya
langsung dipindahkan ke pot besar tanpa membuka cangkangnya,’’tambahnya Keisa
dan Neira.
Akhir kata selamat menjadi Superhero pelindung bumi, dimulai dari diri
sendiri dan dimulai dari sekarang,’’Ujar Saudia.
Saat open mind, Kepala Sekolah mengatakan tujuan program Guardian of the earth ini agar kita semua belajar hidup sehat, belajar mencintai bumi, berkomitmen dan berpikir kritis serta kreatif. “Saya harapkan semua perserta didik mampu mengkomunikasikan projectnya saat inspiring talk. Bagi yang terbaik akan menjadi narasumber saat Hari Bumi 22 April 2021,’’ujar Khasan selaku Kepala Sekolah SD Islam Athirah 1 Makassar.
Penulis : Rika Rahayu, S.Pd.

